BRI Siapkan 3.000 KDKMP Jadi Agen BRILink, 1.040 Unit dalam Proses Pemasangan

Jum'at, 16 Oktober 2026 14:04 WIB
SEVP Institution Business BRI Suyitno menjelaskan terkait pembayaran digital melalui QRIS di KDKMP Desa Bumi Sari Natar Lampung Selatan. (IDNVoice/Antara Foto)
SEVP Institution Business BRI Suyitno menjelaskan terkait pembayaran digital melalui QRIS di KDKMP Desa Bumi Sari Natar Lampung Selatan. (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas dukungan terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Saat ini, sebanyak 1.040 unit KDKMP di berbagai daerah sedang dalam proses pemasangan untuk menjadi agen BRILink.

SEVP Institution Business BRI Suyitno mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya BRI memperkuat aktivitas ekonomi koperasi sekaligus mendorong kemudahan layanan keuangan di tingkat desa.

"BRI sangat mendukung aktivitas koperasi desa kelurahan merah putih, bahkan kami lebih dulu memasok yang menjadi kewajiban kami di koperasi. Dan, saat ini sudah mengelola 1.040 unit koperasi desa kelurahan merah putih," ujar Suyitno di Lampung Selatan, Lampung pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pada fase kedua, BRI menargetkan sebanyak 3.000 unit KDKMP untuk menjadi agen BRILink. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan progres pembangunan masing-masing koperasi.

Selain penyediaan layanan perbankan, BRI juga menyiapkan edukasi literasi keuangan bagi para manajer koperasi. Langkah ini ditujukan agar pengelola memiliki kemampuan dalam menjalankan usaha toko dan mengelola keuangan secara lebih tertib.

"Ini dilakukan agar para manajer koperasi mengerti cara mengelola toko, sehingga setelah koperasi di take over ke desa, mereka sudah siap dalam mengelola keuangan dan mengurangi risiko salah hitung," ucap dia.

Untuk menjaga keamanan dan pengelolaan keuangan koperasi, BRI juga akan menyediakan layanan penjemputan uang tunai atau pick up service setiap hari. Layanan ini diharapkan dapat membantu koperasi mengelola uang tunai dengan lebih aman.

Di sisi lain, BRI mendorong penggunaan transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Edukasi akan terus dilakukan agar masyarakat terbiasa menggunakan pembayaran nontunai saat bertransaksi di koperasi.

"Kami juga mendorong transaksi dilakukan melalui QRIS, ini terus di edukasi agar yang membeli tidak menggunakan uang tunai agar lebih memudahkan transaksi," tambahnya.

Sementara itu, RCEO BRI Region 5 Bandarlampung Andreas Chandra mengatakan, di Provinsi Lampung terdapat lima koperasi yang telah menjadi agen BRILink.

Menurutnya, layanan agen BRILink di KDKMP tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk transaksi tarik dan setor tunai, tetapi juga menjadi pintu akses bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Kalau ada UMKM yang ingin mengajukan pinjaman bisa direkomendasikan oleh agen BRILink yang ada di koperasi, sehingga perkembangan ekonomi desa saling terintegrasi dengan berbagai pihak, dan tentunya dengan pendampingan unit setempat," ujar dia. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid