Kambing Kaligesing Bernilai Ratusan Juta Adu Kualitas di Piala Raja #1 Sri Sultan HB X

Minggu, 13 September 2026 19:35 WIB
Petugas memeriksa kesehatan kambing peserta Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala Raja #1 Sri Sultan Hamengku Buwono X Tahun 2026 di Jogja Agro Park, Kabupaten Kulon Progo. (IDNVoice/Pemkab Kulon Progo)
Petugas memeriksa kesehatan kambing peserta Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala Raja #1 Sri Sultan Hamengku Buwono X Tahun 2026 di Jogja Agro Park, Kabupaten Kulon Progo. (IDNVoice/Pemkab Kulon Progo)

IDNVoice.com - Ratusan kambing ras Kaligesing terbaik dari berbagai daerah di Indonesia unjuk kualitas dalam Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala Raja #1 Sri Sultan Hamengku Buwono X Tahun 2026 di Jogja Agro Park, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu.

Kontes yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY tersebut diikuti sekitar 300 peserta. Mereka datang tidak hanya dari DIY, tetapi juga Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Aris Eko Nugroho mengatakan kontes tersebut bukan sekadar ajang untuk mencari kambing terbaik, melainkan bagian dari upaya mendorong kemajuan sektor peternakan.

"Kontes ini tidak sekadar menjadi ajang mencari ternak terbaik, melainkan pendorong peningkatan mutu genetik, produktivitas, kualitas pembibitan, dan profesionalitas peternak," kata Aris di Kulon Progo pada Minggu, 13 September 2026.

Menurut dia, kambing yang meraih juara nantinya tidak hanya menjadi penerima piala dan penghargaan. Ternak tersebut diharapkan dapat menjadi sumber bibit sekaligus inspirasi bagi peternak lainnya.

Aris menilai peternak memiliki posisi penting dalam menjaga sekaligus mengembangkan kualitas ternak.

"Karena itu, pembangunan peternakan ke depan perlu menempatkan peternak sebagai subjek pembangunan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor," katanya.

Kambing Unggul Bernilai Ekonomi Tinggi

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengatakan kontes nasional tersebut menjadi ruang pertemuan peternak dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman dalam menghasilkan ternak berkualitas.

"Dengan bertemunya para peserta lomba ini, menjadi salah satu ruang untuk saling bertukar pikiran, gagasan, dan ide bagaimana cara mencetak kambing-kambing yang bagus dan baik," katanya.

Menurut Ambar, peluang ekonomi dari ternak unggul juga cukup besar. Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut nilai ekonomi ternak unggul dapat mencapai ratusan juta rupiah.

Potensi tersebut menunjukkan bahwa sektor peternakan dapat menjadi bidang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat.

"Selain itu, kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat lokal dan pelaku UMKM," katanya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Peternak Kambing DIY periode 2026–2031. Pelantikan tersebut diharapkan semakin memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpeternak.

Jaga Genetik Kambing Kaligesing

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Hary Suhada menegaskan kontes tersebut memiliki arti strategis dalam upaya melestarikan sumber daya genetik ternak lokal.

Kambing Kaligesing sendiri telah ditetapkan sebagai rumpun melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2591 Tahun 2010.

Hary menekankan pengembangan kambing Kaligesing perlu dilakukan berbasis data, mulai dari pencatatan silsilah, seleksi performa, pemanfaatan pejantan unggul, hingga penerapan teknologi reproduksi.

"Populasinya meningkat, mutu genetiknya meningkat, produktivitasnya juga meningkat, dan kesejahteraan peternak juga harus meningkat. Inilah tujuan akhir dari pembangunan peternakan," tutur Hary.

Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviar Rahmad yang hadir mewakili Gubernur DIY sekaligus membuka kontes secara simbolis mengatakan ajang tersebut menjadi gambaran mengenai kualitas ekosistem peternakan.

"Keberhasilan sebuah kontes bukan hanya diukur dari siapa yang membawa pulang piala, tetapi juga dari apa yang terjadi setelahnya," kata Noviar.

Kontes Piala Raja #1 Sri Sultan Hamengku Buwono X pun diharapkan tidak berhenti pada penentuan juara, tetapi menjadi momentum memperkuat pembibitan, meningkatkan kualitas genetik kambing Kaligesing, serta mendorong kesejahteraan peternak dan perekonomian masyarakat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid