IDNVoice.com - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat pelaksanaan Program Bedah Rumah 2026 dengan target mencapai 400 ribu unit rumah. Percepatan dilakukan untuk meningkatkan kualitas hunian sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan perkembangan pelaksanaan program di sejumlah daerah telah menunjukkan hasil positif. Namun, masih ada daerah yang perlu meningkatkan kinerja agar target nasional dapat tercapai secara optimal.
"Kami senang beberapa daerah baik sekali kinerjanya seperti di Gorontalo, Bangka Belitung dan Bali. Ada juga beberapa daerah yang kurang kinerjanya, itu harus diperbaiki," ujarnya dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 12 September 2026.
Kementerian PKP terus mengidentifikasi berbagai kendala yang menghambat pelaksanaan program di lapangan. Berdasarkan data kementerian, sebanyak 336.176 unit rumah telah melalui tahap verifikasi faktual.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 188.356 unit telah mendapatkan rekomendasi. Selanjutnya, kementerian melakukan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk rumah-rumah yang telah direkomendasikan.
Sementara dari sisi pekerjaan fisik, sebanyak 85.649 unit masih berada pada progres 0–30 persen. Kemudian, 33.310 unit berada pada tahap 30 persen hingga kurang dari 100 persen.
Adapun sebanyak 23.741 unit rumah telah menyelesaikan pekerjaan fisik hingga 100 persen.
Ara mengatakan percepatan program tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan fisik, tetapi juga harus menyelesaikan berbagai hambatan administratif dan sumber daya manusia di lapangan.
Menurutnya, pemerintah akan menambah SDM apabila diperlukan. Regulasi yang dinilai terlalu panjang dan memperlambat pelaksanaan juga akan dievaluasi.
"Jadi kalau ada SDM yang perlu tambahan kita siapkan, kalau ada regulasi yang lama dan memperlambat kita kurangi. Tapi semuanya harus dikonsultasikan dengan BPK dan BPKP, APH, Polisi, Jaksa, dan juga KPK supaya semuanya baik dan benar, sesuai tujuan. Caranya juga harus baik," katanya.
Ara menegaskan setiap langkah percepatan tetap harus dilakukan dengan memperhatikan aturan serta melibatkan lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum.
Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choirul mengatakan Program Bedah Rumah menjadi salah satu fokus utama kementeriannya dalam beberapa bulan terakhir 2026.
Berbagai strategi berupa percepatan, kemudahan, dan relaksasi telah dilakukan untuk mendorong pelaksanaan program, termasuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
"Ini menjadi fokus kita untuk mempercepat. Kita sudah melakukan langkah-langkah percepatan, kemudahan, dan juga relaksasi dan diakselerasi di 3,5 bulan terakhir di 2026 ini. Kita optimis dengan strategi ini bisa optimal untuk penyerapan 400 ribu bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)," ujar Didyk.
Didyk menambahkan, secara keseluruhan realisasi anggaran Kementerian PKP telah mencapai sekitar 39 persen.
Percepatan juga terus dilakukan terhadap berbagai program lainnya, termasuk pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra.
Dengan target 400 ribu unit, Kementerian PKP kini memacu penyelesaian program dari tahap verifikasi, rekomendasi, penyusunan RAB hingga pembangunan fisik agar manfaat bantuan perumahan dapat segera dirasakan masyarakat. [DR]