IDNVoice.com - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) memperluas jaringan internasional dengan melantik Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Gekrafs Malaysia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membuka peluang bisnis dan memperkuat penetrasi produk kreatif Indonesia di pasar Malaysia hingga kawasan ASEAN.
Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian mengatakan keberadaan DPLN Gekrafs Malaysia diharapkan mampu menjadi pintu bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperluas pasar.
"Keberadaan DPLN Malaysia diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pelaku usaha kreatif, membuka lapangan kerja, serta memperluas keberadaan produk dan karya kreatif Indonesia di pasar internasional," kata Kawendra di Jakarta pada Sabtu, 12 September 2026.
Menurutnya, Gekrafs juga telah menyusun Asta Karya, yakni delapan program strategis untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen.
"Penguatan ekosistem ekonomi kreatif juga didukung dengan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku ekonomi kreatif yang memenuhi persyaratan," kata dia.
Ketua Koordinator Luar Negeri DPP Gekrafs Osco Olfriady Letunggamu menilai Malaysia memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif Indonesia karena kedekatan budaya dan karakter masyarakat kedua negara.
"Kami memiliki banyak kesamaan budaya dan perilaku masyarakat dan hadirnya DPLN Gekrafs Malaysia, kita dapat saling bertukar informasi dan peluang bisnis untuk meningkatkan perekonomian kedua negara," kata dia.
Jaringan DPLN Gekrafs di luar negeri pun akan terus diperluas. Hingga akhir 2026, Gekrafs menargetkan sekitar 20 DPLN hadir di berbagai negara sebagai bagian dari strategi membangun jaringan internasional bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Khusus di Malaysia, DPLN Gekrafs akan menaungi 21 subsektor ekonomi kreatif, termasuk empat subsektor baru, yaitu modifikasi otomotif, teknologi baru, konten digital, dan sulih suara.
Ketua DPLN Gekrafs Malaysia Rika Amelia Rush mengatakan pihaknya tidak ingin organisasi tersebut hanya menjadi tempat berkumpul dan bersilaturahmi. DPLN harus mampu menjadi penghubung konkret bagi pelaku usaha kreatif kedua negara.
"Kami bertekad menjadikan DPLN Gekrafs Malaysia tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai akselerator bisnis yang nyata," ujar Rika.
Sejumlah peluang kolaborasi telah disiapkan, mulai dari produksi bersama film dan animasi, penyelenggaraan berbagai event, pengembangan kuliner dan waralaba, fesyen, kriya, serta kecantikan.
Kolaborasi juga diarahkan pada sektor teknologi, termasuk pengembangan aplikasi, gim, dan talenta digital.
Pelantikan DPLN Gekrafs Malaysia turut dirangkaikan dengan Creative Talk, Mini Product Showcase, dan Business Matching. Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, pemerintah, komunitas, serta dunia usaha dari Indonesia dan Malaysia.
Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato` Mohammad Iman Hascarya Kusumo menyambut kehadiran DPLN Gekrafs Malaysia sebagai peluang untuk memperkuat sinergi ekonomi kreatif kedua negara.
"KBRI Kuala Lumpur hadir dan siap untuk terus bersinergi dengan Gekrafs dalam mengidentifikasi peluang serta mendorong tindak lanjut kerja sama," ujar Iman.
Ia juga menekankan pentingnya peran diaspora Indonesia di Malaysia sebagai jembatan bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin memasuki pasar Malaysia.
Menurut Iman, diaspora dapat membantu pelaku usaha memahami karakter pasar, menemukan mitra bisnis, sekaligus membangun kepercayaan dalam kerja sama antara kedua negara.
"Kehadiran DPLN Gekrafs diharapkan tidak berhenti pada pertukaran ide, tetapi berkembang menjadi kolaborasi bisnis, perluasan pasar, investasi, serta penguatan talenta kreatif di tingkat ASEAN," kata dia.
Sebelumnya, DPP Gekrafs telah melantik Rika Amelia Rush sebagai Ketua DPLN Gekrafs Malaysia dalam acara yang berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.
Langkah tersebut menandai babak baru ekspansi ekonomi kreatif Indonesia, dengan Malaysia sebagai salah satu pintu masuk menuju pasar internasional dan ekosistem kreatif ASEAN. [DR]