IDNVoice.com - Indonesia mendorong penguatan nelayan skala kecil sebagai salah satu fondasi pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan dalam Sidang ke-37 Komite Perikanan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO Committee on Fisheries/COFI) di Roma, Italia.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen Indonesia terhadap nelayan skala kecil harus diwujudkan melalui kebijakan dan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.
"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia tetap berkomitmen penuh terhadap perikanan berkelanjutan yang melindungi laut, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan," ujar Trenggono dalam siaran pers KKP di Jakarta pada Kamis, 10 September 2026.
Trenggono mengatakan sekitar 90 persen nelayan Indonesia merupakan nelayan skala kecil. Kelompok tersebut juga memiliki kontribusi besar terhadap produksi perikanan tangkap nasional.
Karena itu, pemerintah menempatkan penguatan nelayan skala kecil sebagai bagian penting dalam kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia.
Salah satu bentuk komitmen tersebut dilakukan melalui penyusunan Rencana Aksi Nasional Perikanan Skala Kecil (National Plan of Action for Small-Scale Fisheries/NPOA-SSF).
Rencana aksi itu merupakan penerapan Pedoman Sukarela FAO untuk Perikanan Skala Kecil yang Berkelanjutan.
Indonesia termasuk negara anggota FAO yang telah menyusun NPOA-SSF. Di kawasan Asia, Indonesia dan Filipina disebut sebagai dua negara yang telah memiliki rencana aksi nasional tersebut.
Dalam forum yang berlangsung Senin (7 September 2026), Trenggono menjelaskan kebijakan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Program itu mencakup pembangunan infrastruktur, penguatan kelembagaan dan koperasi nelayan, pembukaan akses pasar, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga pengembangan rantai nilai hasil perikanan.
"KNMP adalah salah satu contoh bagaimana komitmen Indonesia terhadap perikanan skala kecil diterjemahkan dari kebijakan nasional menjadi aksi nyata di tingkat masyarakat," katanya.
Pemerintah pada 2025 telah membangun 100 KNMP di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan terus berkembang hingga mencapai 5.000 desa pada 2029.
Dalam kesempatan tersebut, Trenggono juga menyampaikan apresiasi terhadap agenda Transformasi Biru FAO. Menurutnya, agenda tersebut sejalan dengan kebijakan ekonomi biru yang dikembangkan Indonesia.
Transformasi tersebut dinilai penting untuk mendorong keberlanjutan sumber daya perairan, memperkuat ketahanan pangan, menciptakan pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Indonesia pun mendorong agar penguatan perikanan skala kecil tidak berhenti pada komitmen di tingkat kebijakan. Pemerintah ingin komitmen tersebut diterjemahkan menjadi program konkret yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut. [DR]