Perkuat Ketahanan Infrastruktur Gas, Nusantara Regas dan PGN Solution Siapkan Respons Darurat Pipa Bawah Laut

Kamis, 10 September 2026 13:32 WIB
Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Kesiapsiagaan Penanganan Keadaan Darurat pada Sistem Pipa Bawah Laut PT Nusantara Regas di Jakarta. (IDNVoice/PGAS Solution)
Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Kesiapsiagaan Penanganan Keadaan Darurat pada Sistem Pipa Bawah Laut PT Nusantara Regas di Jakarta. (IDNVoice/PGAS Solution)

IDNVoice.com - PT Nusantara Regas (NR) bersama PT PGAS Solution (PGN Solution) memperkuat ketahanan infrastruktur gas dengan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat pada sistem pipa bawah laut.

Kerja sama tersebut dinilai strategis untuk menjaga keandalan aset sekaligus memastikan kontinuitas penyaluran gas yang menopang kebutuhan energi, khususnya bagi sistem kelistrikan di Jakarta dan Jawa Barat.

Penguatan kesiapsiagaan itu diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Kesiapsiagaan Penanganan Keadaan Darurat pada Sistem Pipa Bawah Laut PT Nusantara Regas di Jakarta.

Direktur Utama PGN Solution Sonny Rahmawan Abdi mengatakan penanganan kondisi darurat pada infrastruktur energi membutuhkan lebih dari sekadar kecepatan respons.

"Penanganan keadaan darurat pada infrastruktur energi tidak hanya membutuhkan kecepatan respons, tetapi juga koordinasi, kompetensi, dan kesiapan sumber daya yang kuat," ujar Sonny dalam keterangannya pada Rabu, 9 September 2026.

Melalui kerja sama tersebut, PGN Solution siap mengintegrasikan kapabilitasnya dengan NR untuk memperkuat kesiapan menghadapi keadaan darurat, termasuk dalam aspek keselamatan, keandalan aset, dan keberlangsungan operasi.

Nota kesepahaman itu selanjutnya menjadi landasan bagi kedua perusahaan untuk menyusun kerja sama yang lebih operasional melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) atau Emergency Repair Agreement (ERA).

Kerja sama lanjutan diharapkan memperjelas mekanisme koordinasi, pembagian peran, hingga mobilisasi sumber daya ketika terjadi gangguan pada sistem pipa bawah laut.

Pipa 15 Kilometer Jadi Jalur Vital

Penguatan kesiapsiagaan menjadi penting karena sistem pipa bawah laut merupakan bagian vital dari rantai operasional NR. Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di Perairan Teluk Jakarta terhubung dengan Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang melalui pipa bawah laut sepanjang sekitar 15 kilometer.

Melalui pipa tersebut, gas hasil regasifikasi LNG disalurkan ke daratan untuk memasok kebutuhan PLTGU Muara Karang, Tanjung Priok, dan PLTGU Muara Tawar.

Keandalan pipa bawah laut pun menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kontinuitas pasokan energi bagi sistem kelistrikan Jakarta dan Jawa Barat.

Tantangan pengamanan infrastruktur tersebut tidak ringan. Teluk Jakarta merupakan salah satu kawasan dengan lalu lintas pelayaran yang padat. Aktivitas kapal, termasuk potensi gangguan akibat jangkar, menjadi salah satu risiko yang harus diantisipasi terhadap jalur pipa bawah laut.

Dalam kondisi darurat, respons membutuhkan kesiapan personel, kapal, peralatan, material, serta kompetensi teknis yang dapat dikerahkan dalam waktu singkat.

Direktur Utama NR Mohd. Iskandar Mirza mengatakan kesiapan menghadapi keadaan darurat merupakan bagian penting dalam menjaga keandalan operasi perusahaan.

Terlebih, fasilitas NR memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan pasokan energi bagi pembangkit listrik di Jakarta dan Jawa Barat.

"Mengingat krusialnya peran NR dalam menjaga keberlangsungan pasokan energi di Jakarta dan Jawa Barat, diperlukan langkah strategis untuk memperkuat perlindungan dan kesiapsiagaan terhadap aset operasional perusahaan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendukung dan redundansi penanganan yang dibutuhkan apabila terjadi kondisi darurat pada fasilitas NR," ujar Mirza.

Menurut dia, kesiapsiagaan tidak boleh baru dibangun setelah insiden terjadi. Karena itu, penyelarasan berbagai sumber daya menjadi bagian penting dari kerja sama tersebut.

"Penanganan keadaan darurat membutuhkan kesiapan yang dibangun sebelum insiden terjadi. Oleh karena itu, penyelarasan kompetensi, personel, peralatan, material, dan mekanisme koordinasi menjadi penting agar respons dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur," ujar Mirza.

Perkuat Kompetensi dan Simulasi

Dalam kolaborasi tersebut, PGN Solution akan memberikan dukungan melalui kapabilitas di bidang operasi dan pemeliharaan, engineering, inspeksi, konstruksi, serta layanan teknis infrastruktur energi.

Kedua perusahaan juga akan melakukan pertukaran data dan informasi teknis serta memetakan kesiapan personel, kompetensi, peralatan, material, dan sumber daya yang dapat dimobilisasi ketika keadaan darurat terjadi.

Ruang lingkup kerja sama mencakup kajian teknis dan operasional, analisis risiko, penyusunan pembagian peran dan tanggung jawab, serta penguatan mekanisme komunikasi dan koordinasi.

Selain itu, kesiapan akan diuji melalui simulasi penanganan keadaan darurat, baik dalam bentuk drill maupun tabletop exercise. Langkah tersebut diharapkan memastikan setiap pihak memahami peran dan mampu mengambil tindakan secara cepat dan terukur ketika terjadi gangguan pada infrastruktur pipa bawah laut. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid