Ekspor Perikanan Sultra Tembus 738 Ton, Nilainya Capai Rp171 Miliar

Selasa, 08 September 2026 16:20 WIB
Ilustrasi: Pengolahan ikan tuna. (IDNVoice/KKP)
Ilustrasi: Pengolahan ikan tuna. (IDNVoice/KKP)

IDNVoice.com - Komoditas perikanan Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menunjukkan daya saing di pasar internasional. Hingga pertengahan 2026, ekspor produk perikanan dari provinsi tersebut tercatat mencapai 738 ton dengan nilai Rp171 miliar.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai kinerja ekspor tersebut turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk perikanan Sultra.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengatakan produk perikanan Sultra memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

"Ekspor perikanan yang disertifikasi KKP telah mampu secara signifikan menyokong perekonomian Sulawesi Tenggara dengan kontribusi volume lebih dari 2.200 ton senilai Rp313 miliar pada tahun 2025," kata Ishartini dalam keterangan resminya pada Selasa, 8 September 2026.

Tuna hingga Rajungan Tembus Pasar Dunia

Sejumlah komoditas unggulan asal Sultra telah merambah berbagai negara. Produk seperti tuna, gurita, tenggiri, dan rajungan dipasarkan ke Amerika Serikat, Meksiko, Jepang, Australia, Singapura, Filipina, Thailand, Kanada, hingga Republik Dominika.

Ishartini mengatakan KKP mendampingi 17 jenis komoditas perikanan asal Sultra agar mampu memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan masing-masing negara tujuan ekspor.

Pendampingan dilakukan sejak dari hulu hingga hilir, termasuk melalui penerapan Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB), Cara Penanganan Ikan yang Baik di Atas Kapal (CPIB Kapal), Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), serta penerapan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).

Menurut Ishartini, layanan sertifikasi jaminan mutu yang semakin cepat dan berbasis daring turut mempermudah pelaku usaha dalam memenuhi standar negara tujuan.

Efektivitas layanan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat penerimaan produk perikanan Sultra di pasar internasional.

Serap 1.249 Tenaga Kerja

Dampak industri perikanan Sultra tidak hanya terlihat dari nilai ekspor. Aktivitas pengolahan hasil perikanan juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Kepala Balai Mutu Kendari Muhammad Zamrud mengatakan saat ini terdapat 15 unit pengolahan ikan (UPI) ekspor yang beroperasi dan menyerap 1.249 tenaga kerja.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 468 pekerja merupakan laki-laki dan 781 pekerja perempuan.

KKP pun terus mendorong pelaku usaha perikanan memenuhi standar mutu dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas Sultra sekaligus memperluas akses produk daerah ke pasar internasional.

Dengan potensi komoditas yang beragam serta dukungan pemenuhan standar mutu, Sultra memiliki peluang untuk semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah pemasok produk perikanan untuk pasar global. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid