PGN Batam Catat 1.868 Rumah Tangga Sudah Dialiri Gas Bumi Sepanjang 2026

Senin, 07 September 2026 14:02 WIB
Petugas memantau instalasi pipa gas bumi di salah satu jalan utama di Batam Kota, Kepulauan Riau. (IDNVoice/PGN Batam)
Petugas memantau instalasi pipa gas bumi di salah satu jalan utama di Batam Kota, Kepulauan Riau. (IDNVoice/PGN Batam)

IDNVoice.com - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam, Kepulauan Riau, terus mempercepat pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga untuk mengejar target 10.000 sambungan rumah (SR) sepanjang 2026.

Hingga saat ini, sebanyak 1.868 pelanggan rumah tangga telah mendapatkan aliran gas bumi atau gas-in dari target tersebut.

Area Head PGN Batam Wendi Purwanto mengatakan secara administrasi pembangunan jargas di Batam telah mencakup 3.191 sambungan kompor (SK) dan 2.333 sambungan rumah (SR).

"Update jargas sampai hari ini sudah 1.868 pelanggan yang gas-in atau sudah dialiri dengan gas bumi," kata Wendi saat dihubungi di Batam pada Senin, 7 September 2026.

Jika digabungkan dengan realisasi 2025 sebanyak 3.788 pelanggan yang telah gas-in, total pelanggan rumah tangga di Batam yang sudah menikmati aliran gas bumi mencapai 5.656 pelanggan.

PGN Batam memastikan pembangunan jargas akan terus diakselerasi untuk mengejar target 10.000 SR pada 2026. Instalasi sambungan saat ini terus dilakukan di sejumlah kawasan, termasuk Batam Kota, Sagulung, dan Batu Aji.

Kebutuhan Gas Rumah Tangga Relatif Kecil

Dari sisi pasokan, Wendi menyebut penambahan pelanggan rumah tangga tersebut tidak memberikan tambahan kebutuhan gas dalam jumlah besar.

Untuk mencapai target 10.000 SR, kebutuhan gas diperkirakan hanya sekitar 0,1 hingga 0,2 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD).

"Saat ini total pelanggan rumah tangga di Batam yang telah tersambung sekitar 9.000 pelanggan dengan kebutuhan gas sekitar 0,1 BBTUD per bulan. Konsumsi tersebut relatif kecil dibandingkan total penyaluran gas PGN di Batam yang mencapai sekitar 100 BBTUD," kata dia.

Menurut Wendi, pasokan gas PGN di Batam berasal dari sejumlah wilayah di Sumatera, yakni WK Corridor, Jadestone, dan Jambi Merang, yang disalurkan melalui pipa transmisi Grissik-Singapura.

Dari total penyaluran gas PGN di Batam, sekitar 80 persen digunakan untuk kebutuhan pembangkit listrik.

Sementara untuk mendukung pembangunan jargas dengan target 10.000 SR, PGN telah memasukkannya dalam rencana belanja modal atau capital expenditure (capex) 2026 sebesar 353 juta dolar AS.

PGN Siaga 24 Jam Tangani Keluhan Pelanggan

Di sisi pelayanan, Wendi mengatakan keluhan pelanggan umumnya berkaitan dengan instalasi setelah meter gas. Tim PGN Batam pun disiagakan selama 24 jam untuk melakukan pengecekan maupun perbaikan ketika terdapat kendala.

"Keluhan pelanggan biasanya karena instalasi setelah meter, tapi tim kami selalu standby 24 jam untuk pengecekan dan perbaikan. Kadang kotor atau bocor. Meter gas itu tanggung jawab dari pelanggan," ujarnya.

Meski instalasi setelah meter menjadi tanggung jawab pelanggan, PGN Batam tetap mengimbau masyarakat tidak mengabaikan aspek keselamatan ketika menemukan masalah pada jaringan atau instalasi gas.

"Sangat disarankan kalau ada kendala hubungi PGN, karena untuk alasan safety," kata Wendi.

Dengan percepatan pembangunan di sejumlah kawasan, PGN Batam menargetkan semakin banyak rumah tangga dapat beralih menikmati energi gas bumi melalui jaringan perpipaan yang dinilai lebih praktis sekaligus mendukung pemanfaatan gas bumi di sektor rumah tangga. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid