Kemenkop Dorong Koperasi Berkualitas Tembus Pasar Ekspor

Senin, 07 September 2026 11:50 WIB
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengunjungi salah satu stan koperasi binaan Kemenkop dalam China-Indonesia International E-Commerce Industry Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Jumat, 4 September 2026. (IDNVoice/Kemenkop)
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengunjungi salah satu stan koperasi binaan Kemenkop dalam China-Indonesia International E-Commerce Industry Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Jumat, 4 September 2026. (IDNVoice/Kemenkop)

IDNVoice.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong koperasi yang telah memiliki produk berkualitas untuk memenuhi standar mutu dan sertifikasi internasional sebagai langkah memperluas pasar hingga menembus pasar ekspor.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan pemenuhan standar dan sertifikasi internasional menjadi salah satu prasyarat penting yang harus dipersiapkan koperasi agar mampu bersaing di pasar global.

"Kami dorong koperasi-koperasi yang memang memiliki produk kualitasnya sudah oke, tinggal memenuhi prasyarat sertifikasi-sertifikasi yang kemudian dilayani dan didampingi oleh Kementerian Koperasi agar memenuhi standar tersebut," ujar Farida dikutip dari keterangan persnya pada Minggu, 6 September 2026.

Kemenkop mencatat jumlah koperasi di Indonesia mencapai 222.462 koperasi, dengan sebanyak 30.817 koperasi produsen. Besarnya jumlah tersebut dinilai menjadi potensi untuk memperkuat peran koperasi dalam mendorong produk lokal masuk ke pasar internasional.

Namun, Farida mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diatasi koperasi untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Berdasarkan pendataan dan pendampingan di berbagai daerah, tantangan tersebut antara lain menyangkut kualitas sumber daya manusia (SDM), pembiayaan, serta akses pasar.

Manfaatkan Pameran Internasional

Untuk membuka peluang pasar yang lebih luas, Kemenkop menghadirkan sejumlah koperasi binaan dalam China-Indonesia International E-Commerce Industry Expo 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 3–5 September 2026.

Menurut Farida, pameran internasional tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi produk koperasi, tetapi juga kesempatan membangun jejaring dengan calon konsumen dan pelaku usaha dari berbagai negara.

Farida berharap koperasi yang produknya telah memenuhi standar dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas promosi sekaligus membangun jejaring internasional sehingga produknya dapat dipasarkan ke luar negeri.

Sementara bagi koperasi yang belum siap melakukan ekspor, pameran internasional dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus melihat secara langsung standar dan kebutuhan pasar global.

Koperasi Eksportir Diminta Buka Jalan

Kemenkop juga mendorong koperasi yang telah berhasil menjadi eksportir untuk ikut membuka akses bagi koperasi lain yang baru akan memasuki pasar global.

Menurut Farida, pola kerja sama antarkoperasi dapat mempercepat proses penguatan ekosistem ekspor koperasi.

"Kalau mereka sudah masuk ke pasar global, sudah bisa menjadi eksportir agar bisa menarik teman koperasinya yang lain. Sehingga ada kooperatif antara koperasi yang sudah ekspor dengan koperasi-koperasi yang baru mau masuk ke pasar global," katanya.

Ia mengatakan Kemenkop akan terus memperkuat kapasitas koperasi melalui pendampingan, akses pembiayaan, pemenuhan sertifikasi, serta pembukaan jejaring pasar internasional.

Upaya tersebut diharapkan semakin banyak koperasi mampu meningkatkan daya saing produk, memenuhi standar pasar global, dan pada akhirnya menjadikan produk koperasi Indonesia lebih kompetitif di pasar ekspor. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid