BSI Bidik Kemandirian Ekonomi Pesantren, Layanan Keuangan Syariah Menjangkau 14 Ribu Ponpes

Minggu, 06 September 2026 21:55 WIB
Komisaris Utama BSI Muhajir Effendy, Ketua Umum PBNU terpilih 2026-2031 K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, dan Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan Arif dalam pertemuan di Kantor PBNU, Jakarta pada Jumat, 4 September 2026. (IDNVoice/BSI)
Komisaris Utama BSI Muhajir Effendy, Ketua Umum PBNU terpilih 2026-2031 K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, dan Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan Arif dalam pertemuan di Kantor PBNU, Jakarta pada Jumat, 4 September 2026. (IDNVoice/BSI)

IDNVoice.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BSI) memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui peningkatan literasi, penetrasi, dan ekosistem keuangan syariah.

Langkah tersebut dilakukan dengan memperluas layanan keuangan syariah sekaligus membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi di lingkungan pesantren di berbagai daerah Indonesia.

"BSI berkomitmen mendorong pesantren untuk `naik kelas` dan semakin mandiri secara ekonomi," kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam keterangannya pada Sabtu, 5 September 2026.

BSI Kelola Layanan Keuangan 14 Ribu Pesantren

Anggoro mengatakan BSI terus memfokuskan penetrasi layanan keuangan syariah di lingkungan pesantren di seluruh Indonesia.

Saat ini, perseroan telah dipercaya mengelola layanan keuangan di lebih dari 14 ribu pesantren secara nasional. Sekitar 23,9 persen di antaranya berada di Jawa Timur, salah satu wilayah dengan basis pesantren terbesar di Indonesia.

Menurut Anggoro, penguatan layanan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pesantren tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi.

Dari Cash Management hingga BYOND by BSI

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan layanan keuangan terintegrasi yang dapat membantu pesantren mengelola aktivitas administrasi dan ekonomi.

Salah satunya melalui fasilitas manajemen tunai atau cash management untuk mendukung tata kelola administrasi lembaga. BSI juga menghadirkan BSI Agen guna memperkuat perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Selain itu, aplikasi BYOND by BSI dioptimalkan sebagai platform mobile banking utama bagi warga pesantren.

"Melalui penguatan layanan perbankan digital ini, BSI ingin memastikan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu bertransformasi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional," tutur Anggoro.

Dengan ekosistem tersebut, pesantren diharapkan memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan sekaligus mampu mengembangkan potensi ekonomi di lingkungan masing-masing.

Perkuat Sinergi dengan NU

Penguatan ekosistem pesantren juga dibarengi dengan langkah BSI mempererat kolaborasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).

BSI mencatat momen khusus dengan menjadi institusi pertama yang diterima secara resmi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih masa khidmat 2026-2031, K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), pada hari pertama kerjanya di Kantor PBNU, Jakarta.

Kunjungan kehormatan tersebut dilakukan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo bersama Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy.

Pertemuan itu menjadi langkah perseroan untuk memperkuat sinergi strategis bersama NU, terutama dalam mendorong peningkatan literasi, penetrasi, dan pengembangan ekosistem keuangan syariah di Indonesia.

BSI-NU Bidik Pemberdayaan Ekonomi Umat

Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, NU dinilai memiliki posisi strategis dalam menghadirkan gagasan yang dapat mendorong kemajuan umat sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, kolaborasi BSI dan NU diarahkan pada sejumlah agenda strategis, mulai dari pengembangan ekosistem kelembagaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga penguatan ekosistem pesantren secara menyeluruh.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah sekaligus menjadikan pesantren sebagai salah satu penggerak ekonomi umat dan pertumbuhan ekonomi syariah nasional. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid