Kemendag Luncurkan Cetak Biru SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 03 September 2026 11:58 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menghadiri peluncuran Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 dan Trade Corporate University Kementerian Perdagangan (Trade CorpU) di Kantor Kemendag, Jakarta pada Rabu, 2 September 2026. (IDNVoice/Antara Foto)
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menghadiri peluncuran Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 dan Trade Corporate University Kementerian Perdagangan (Trade CorpU) di Kantor Kemendag, Jakarta pada Rabu, 2 September 2026. (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 sebagai rencana induk sekaligus peta jalan pengembangan sumber daya manusia (SDM) perdagangan untuk 20 tahun ke depan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan cetak biru tersebut disusun untuk memberikan arah yang jelas dalam membangun SDM perdagangan yang profesional, kompeten, dan mampu menghadapi dinamika perdagangan global.

"Cetak biru ini memberikan arah transformasi SDM perdagangan dalam tiga fase untuk 20 tahun ke depan," ujar Budi saat meluncurkan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 dan Trade Corporate University Kementerian Perdagangan (Trade CorpU) di Kantor Kemendag, Jakarta pada Rabu, 2 September 2026.

Cetak biru tersebut diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 serta arah pembangunan nasional untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Tiga Fase Transformasi SDM Perdagangan

Budi menjelaskan transformasi SDM perdagangan dalam cetak biru tersebut dibagi menjadi tiga fase dengan fokus yang berbeda.

Fase pertama pada 2026-2035 diarahkan pada transformasi fundamental dan penguatan ekosistem. Selanjutnya, fase kedua pada 2036-2040 berfokus pada akselerasi daya saing dan inovasi nilai tambah.

Adapun fase ketiga pada 2041-2045 ditujukan untuk membangun kepemimpinan perdagangan global sekaligus melakukan konsolidasi.

Menurut Budi, pembagian tersebut menjadi instrumen strategis agar pengembangan kompetensi SDM perdagangan dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.

"Ini sebagai rencana induk sekaligus peta jalan pengembangan SDM perdagangan jangka panjang," katanya.

Cetak biru tersebut memuat delapan agenda strategis, yakni kerangka kompetensi perdagangan, arsitektur pembelajaran perdagangan, ekosistem pembelajaran digital, sertifikasi dan kredensial, infrastruktur pembelajaran dan sertifikasi perdagangan yang inklusif, kemitraan dan inovasi, modernisasi organisasi dan Human Capital Excellence, serta pembinaan dan tata kelola SDM aparatur perdagangan.

Trade CorpU Jadi Implementasi

Budi mengatakan keberadaan SDM yang kompeten menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan perdagangan dapat berjalan efektif sekaligus mendukung masyarakat dalam mengembangkan perdagangan Indonesia.

Dalam peluncuran tersebut, Kemendag juga memperkenalkan Trade Corporate University atau Trade CorpU sebagai salah satu bentuk implementasi dari cetak biru pengembangan SDM perdagangan.

Budi menegaskan pengembangan SDM melalui Trade CorpU tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari tiga program utama Kemendag, yakni Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global.

"Trade CorpU menjadi satu paket dengan program prioritas Kemendag. Persiapan dari hulu ke hilir juga berarti mempersiapkan SDM perdagangan," kata Budi.

Peluncuran cetak biru tersebut ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Implementasi Trade CorpU oleh Budi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, dan para Pimpinan Tinggi Madya Kemendag.

Budi juga menerima secara simbolis Buku Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono.

KemenPAN-RB Apresiasi Langkah Kemendag

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini mengapresiasi peluncuran cetak biru dan Trade CorpU tersebut.

Menurut Rini, cetak biru menjadi fondasi dalam menentukan kompetensi dan kapabilitas SDM aparatur perdagangan yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan global pada masa depan.

"Cetak biru akan memberikan arah pengembangan kompetensi dan kapabilitas SDM yang kita perlukan, sementara Trade CorpU akan mewujudkan hal itu," ujar Rini.

Melalui cetak biru dan Trade CorpU, Kemendag menempatkan pengembangan kualitas SDM sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing perdagangan Indonesia hingga 2045. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid