Pertanian Modern Bisa Gandakan Pendapatan Petani hingga Rp80 Juta per Hektare

Rabu, 02 September 2026 20:39 WIB
Pekerja saat memanen padi pada lahan percontohan metode PM-AAS di Subang, Jawa Barat pada Rabu, 2 September 2026. (Antara Foto)
Pekerja saat memanen padi pada lahan percontohan metode PM-AAS di Subang, Jawa Barat pada Rabu, 2 September 2026. (Antara Foto)

IDNVoice.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan penerapan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendongkrak pendapatan petani hingga dua kali lipat.

Hal itu disampaikan Amran saat meninjau panen dengan metode PM-AAS di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu. Ia mengatakan penerapan metode tersebut berpotensi memberikan tambahan hasil panen sekitar 5 ton per hektare.

"Kita hitung secara ekonomi. Itu penghasilannya bisa ada tambahan 5 ton, kalau dirupiahkan bisa bertambah Rp35-Rp40 juta," kata Amran pada Rabu, 2 September 2026.

Menurut dia, produktivitas padi dengan metode konvensional saat ini berada di kisaran 5,5-6 ton per hektare. Dengan penerapan PM-AAS, produksi tersebut ditargetkan meningkat menjadi 11-12 ton per hektare.

Kenaikan produktivitas itu, kata Amran, secara langsung akan berdampak terhadap pendapatan petani. Jika sebelumnya pendapatan berada di kisaran Rp35-Rp40 juta per hektare, maka dengan metode PM-AAS dapat meningkat menjadi Rp70-Rp80 juta per hektare.

Tambahan Biaya Hanya Rp2 Juta

Amran mengatakan peningkatan produktivitas tersebut tidak membutuhkan tambahan biaya yang terlalu besar. Menurut dia, biaya tambahan penerapan metode PM-AAS hanya sekitar Rp2 juta per hektare.

Dengan demikian, biaya produksi yang sebelumnya berkisar Rp15-Rp20 juta per hektare menjadi sekitar Rp17-Rp22 juta per hektare.

"Tambahan biayanya hanya Rp2 juta. Katakanlah produksi 10 ton kalau di kali Rp6.500 per kilogram berarti Rp65 juta, dikurangi biaya Rp15-Rp20 juta maka ada keuntungan Rp45 juta," ujarnya.

Dengan meningkatnya produktivitas dan pendapatan, Amran berharap kesejahteraan petani juga semakin membaik. Bahkan, ia menyebut pendapatan petani dalam sebulan dapat mencapai Rp11 juta hingga Rp16 juta.

"Sampai bahkan ada Rp16 juta. Itu mendekati gaji menteri. Kita arahkan ke sana," katanya menambahkan.

Populasi Tanaman Jadi Kunci

Amran pun mengajak petani menerapkan metode PM-AAS untuk meningkatkan produktivitas lahan. Salah satu kuncinya adalah meningkatkan populasi tanaman dalam satu hektare.

Jika sebelumnya petani menanam sekitar 360 ribu rumpun, melalui metode tersebut jumlahnya dapat ditingkatkan menjadi 800 ribu hingga satu juta rumpun.

"Bagaimana tingkatkan produktivitas? Terkadang orang salah paham. Kadang belum paham. Ini produktivitas naik karena populasinya bertambah. Kemudian prinsipnya adalah berkesinambungan. Yang dahulu ada jarak 25 cm, 20 cm. Sehingga populasinya 360 ribu. Sekarang karena ini rapat, populasinya naik 800 ribu sampai 1 juta. Itulah menaikkan 2 kali lipat," katanya menambahkan.

Menurut Amran, peningkatan populasi tanaman tersebut menjadi salah satu strategi untuk mendorong produksi padi nasional sekaligus meningkatkan keuntungan yang diterima petani. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid