Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Tonggak Investasi Energi Terbesar Indonesia Dimulai

Kamis, 16 Juli 2026 15:41 WIB
Tangkapan layar: Peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis, 16 Juli 2026. (IDNVoice/YouTube-Sekretariat Presiden)
Tangkapan layar: Peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis, 16 Juli 2026. (IDNVoice/YouTube-Sekretariat Presiden)

IDNVoice.com - Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16 Juli 2026). Peresmian tersebut menandai dimulainya pembangunan salah satu proyek energi terbesar dalam sejarah Indonesia yang diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan dimulainya pembangunan proyek strategis tersebut secara resmi.

"Dengan mengucap bismilahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, hari Kamis, 16 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, saya nyatakan Groundbreaking Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas Abadi Masela secara resmi dinyatakan dimulai," kata Presiden Prabowo.

Presiden mengikuti prosesi peresmian melalui sambungan video didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung.

Sementara itu, di lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, hadir Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Chief Executive Officer (CEO) INPEX Takayuki Ueda, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, serta Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa yang dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Selanjutnya, CEO INPEX Takayuki Ueda selaku operator utama Blok Masela menyampaikan laporan perkembangan proyek yang kemudian dilanjutkan laporan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Sebelum meresmikan proyek, Presiden Prabowo menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung di lokasi groundbreaking.

"Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung, tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa saya tinggalkan di pusat, terpaksa saya hadir melalui video conference ini, tanpa mengurangi rasa hormat saya," ujar Presiden.

Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS.

Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.

Pemerintah menyebut proyek yang telah melalui proses pengembangan hampir tiga dekade sejak penandatanganan kontrak pada 1998 itu kini resmi memasuki tahap konstruksi.

Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen, melampaui target yang ditetapkan. Sementara itu, berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus dipacu menuju Final Investment Decision (FID) yang ditargetkan tercapai pada akhir 2026.

Pemerintah memproyeksikan kilang LNG Abadi Masela akan menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia timur. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri pendukung, membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta menciptakan lapangan kerja dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, LNG Abadi Masela juga menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangan sebagai bagian dari komitmen pemerintah mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid