Komisi VI DPR RI Dorong KDKMP Jadi Pangkalan Resmi LPG 3 Kg, Perkuat Pendapatan Koperasi

Rabu, 15 Juli 2026 22:24 WIB
Ilustrasi: Pangkalan liquefied petroleum gas (LPG). (IDNVoice/Humas Pertamina)
Ilustrasi: Pangkalan liquefied petroleum gas (LPG). (IDNVoice/Humas Pertamina)

IDNVoice.com - Komisi VI DPR RI meminta pemerintah meningkatkan status Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari subpangkalan menjadi pangkalan resmi LPG 3 kilogram. Usulan tersebut dinilai penting untuk memperkuat sumber pendapatan koperasi sekaligus menjamin keberlanjutan operasionalnya.

Dukungan itu menjadi salah satu kesimpulan dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Kementerian Koperasi di Jakarta, Rabu.

"Komisi VI DPR RI mendukung Kementerian Koperasi berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk meningkatkan status KDKMP dari subpangkalan menjadi pangkalan resmi LPG 3 kilogram guna memperkuat peran koperasi dalam distribusi energi bersubsidi di tingkat desa/kelurahan," demikian bunyi salah satu kesimpulan rapat pada Rabu, 15 Juli 2026.

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menilai peningkatan status tersebut menjadi langkah penting untuk menciptakan revenue stream atau sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi KDKMP.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan model bisnis koperasi mampu menutup seluruh biaya operasional setelah ribuan KDKMP beroperasi penuh.

Darmadi memperkirakan biaya operasional koperasi, mulai dari gaji pengelola, listrik, hingga operasional kendaraan, dapat mencapai Rp50 juta hingga Rp100 juta setiap bulan.

Karena itu, ia menilai penyaluran LPG 3 kilogram merupakan salah satu sumber pendapatan yang paling potensial bagi koperasi.

"Kami minta kepada Presiden, kepada Kementerian ESDM untuk membuat KDKMP itu menjadi pangkalan gas. Kalau enggak ada itu revenue stream-nya, itu enggak ada yang lain," ujarnya.

Ia menambahkan, margin usaha ritel relatif kecil sehingga koperasi membutuhkan volume transaksi yang besar agar mampu menutup biaya operasional tanpa bergantung pada bantuan pemerintah. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid