Transformasi Koperasi Petani Tebu Jadi Kunci Penguatan Industri Gula Nasional

Rabu, 15 Juli 2026 05:38 WIB
Menteri Koperasi Ferry Juliantoro, didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, saat menyampaikan pernyataan pada media, di Semarang, Jateng pada Selasa, 14 Juli 2026. (IDNVoice/Antara-Zuhdiar Laeis)
Menteri Koperasi Ferry Juliantoro, didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, saat menyampaikan pernyataan pada media, di Semarang, Jateng pada Selasa, 14 Juli 2026. (IDNVoice/Antara-Zuhdiar Laeis)

IDNVoice.com - Menteri Koperasi Ferry Juliantoro mendorong transformasi koperasi petani tebu agar semakin profesional, produktif, dan memiliki tata kelola yang lebih baik. Langkah tersebut dinilai penting mengingat koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem industri gula nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal itu disampaikan Ferry saat menghadiri Rembuk Petani Tebu Rakyat dalam Penguatan Ekosistem Industri Gula Melalui Sinergi Koperasi Berbasis Koperasi, LPDB Koperasi dan PT PG Rajawali I dalam Mendukung dan Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Swasembada Gula Nasional se-Pulau Jawa.

"Ini menjadikan transformasi koperasi ini tidak hanya dikerahkan oleh pemerintah saja, tapi juga muncul dari bawah, dari petani tebu sendiri dan dari masyarakat," kata Ferry pada Selasa, 14 Juli 2026.

Menurutnya, kerja sama antara PT PG Rajawali I dan koperasi petani tebu menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing industri gula nasional.

"Program ini menjadi kelanjutan dari upaya penguatan dan transformasi koperasi petani tebu agar tata kelolanya semakin baik," ujarnya.

Ferry menambahkan, transformasi koperasi juga didukung oleh LPDB Koperasi yang tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga pendampingan, pelatihan, dan bimbingan teknis bagi koperasi.

"Kami juga mendapat dukungan dari LPDB Koperasi yang tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga pendampingan, pelatihan, dan bimbingan teknis kepada koperasi," lanjutnya.

Menurut Ferry, pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan volume produksi tebu rakyat. Seluruh hasil panen nantinya akan diserap PT PG Rajawali I untuk diolah menjadi gula dan berbagai produk turunannya.

Ia juga menjelaskan hasil produksi gula akan dipasarkan lebih luas, termasuk melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tengah dikembangkan pemerintah.

"Harapannya, koperasi petani tebu dapat berkembang dalam skala yang lebih besar, lebih profesional, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi anggotanya," katanya.

Selain itu, Kementerian Koperasi akan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian guna mendukung pembangunan sektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat implementasi berbagai program strategis pemerintah. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid