Menko Pangan Optimistis Sinergi MBG dan KDKMP Dongkrak Ekonomi Desa serta Ketahanan Pangan

Senin, 13 Juli 2026 19:33 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan paparan dalam Dialog Masyarakat Sipil untuk Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan di Wonosobo, Jawa Tengah. (IDNVoice/Kemenko Pangan)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan paparan dalam Dialog Masyarakat Sipil untuk Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan di Wonosobo, Jawa Tengah. (IDNVoice/Kemenko Pangan)

IDNVoice.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah melibatkan sekitar 148 ribu pemasok pangan lokal dan akan terus diperkuat melalui sinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperluas penyerapan hasil produksi masyarakat.

"Saat ini, Program MBG telah melibatkan sekitar 148 ribu pemasok yang terdiri dari BUMDes, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kelompok tani, kelompok peternak, dan pelaku UMKM," kata Zulhas dalam keterangan resminya pada Senin, 13 Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri Dialog Masyarakat Sipil untuk Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan di Wonosobo, Jawa Tengah. Forum tersebut dihadiri organisasi masyarakat sipil, kelompok tani hutan, akademisi, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.

Dalam dialog itu, para peserta membahas pengembangan pangan lokal, perhutanan sosial, serta penguatan ekonomi desa melalui berbagai masukan dari organisasi masyarakat sipil, kelompok tani hutan, kalangan akademisi, dan pemerintah daerah.

Menurut Zulhas, Indonesia memiliki keragaman pangan lokal yang tidak kalah penting dibandingkan beras. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di pedesaan.

"Pangan lokal harus menjadi kekuatan ekonomi desa. Karena itu, pemerintah mendorong agar hasil produksi masyarakat dapat terserap oleh Program MBG dan KDMP sehingga manfaatnya langsung dirasakan petani, peternak, dan pelaku UMKM," ujarnya.

Ia menegaskan penguatan pangan lokal merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligus membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.

Karena itu, pemerintah terus mendorong agar kebutuhan bahan baku Program MBG dipenuhi dari hasil produksi lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat desa.

Zulhas menjelaskan sinergi antara Program MBG dan KDKMP akan memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus membuka pasar yang berkelanjutan bagi berbagai komoditas pangan lokal.

"Ketersediaan air, tanah yang subur, dan ekosistem yang terjaga merupakan modal utama bagi keberlanjutan produksi pangan nasional," ungkapnya.

Lebih lanjut, Menko Pangan menekankan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan agar produktivitas sektor pangan dapat terjaga dalam jangka panjang.

Pemerintah pun berharap kolaborasi lintas pemangku kepentingan mampu mempercepat terwujudnya sistem pangan nasional yang tangguh, berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) pada April 2026 mencatat Program Makan Bergizi Gratis telah menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah melalui penyerapan produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.

Di Jawa Barat, misalnya, keberadaan sekitar 6.200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperkirakan mampu menciptakan perputaran dana hingga Rp6 triliun setiap bulan di daerah.

BGN juga mencatat sekitar 70 persen anggaran setiap SPPG dialokasikan untuk pembelian bahan baku, dengan sekitar 95 persen di antaranya berasal dari produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal. Skema tersebut diharapkan semakin memperkuat pasar bagi hasil produksi masyarakat sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid