IDNVoice.com - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan pembangunan 15.845 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia telah rampung 100 persen. Penyelesaian tersebut meliputi bangunan fisik, gudang, gerai, hingga seluruh alat kelengkapan yang dibutuhkan untuk mendukung operasional koperasi.
Hal itu disampaikan Ferry dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu.
"Sudah 83.000 badan hukum akte dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sudah selesai. Kemudian yang 100 persen bangunan fisik, gudang, gerai, dan alat kelengkapannya berjumlah 15.845," kata Ferry pada Minggu, 12 Juli 2026.
Selain koperasi yang telah selesai dibangun, Menkop menyebut masih terdapat 19.539 KDKMP yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.
"Yang sedang dibangun 19.539 (KDKMP), dari total kurang lebih 35.000," ujarnya.
Ferry menjelaskan, pemerintah juga tengah menyiapkan aspek sumber daya manusia agar seluruh koperasi yang telah selesai dibangun dapat langsung beroperasi secara optimal.
Ia mengatakan pendidikan dan pelatihan bagi para manajer KDKMP dijadwalkan rampung pada awal Agustus 2026. Setelah menyelesaikan pelatihan tersebut, para manajer akan ditempatkan di seluruh koperasi yang telah memiliki bangunan fisik lengkap beserta gudang, gerai, dan fasilitas pendukung lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ferry juga memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar berkenan meresmikan operasional KDKMP yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026.
"Nanti atas perkenan Bapak, kami juga ingin Bapak Presiden (Prabowo Subianto) meresmikan operasionalisasi dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), nanti Insya-Allah di bulan Agustus," ujar Ferry.
Puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 itu turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan gerakan koperasi nasional.
Pemerintah sendiri menargetkan 40.000 KDKMP telah beroperasi hingga akhir 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan pemerintah tidak hanya berfokus pada penyelesaian pembangunan fisik koperasi, tetapi juga mempersiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola KDKMP secara profesional.
Menurut Farida, calon manajer koperasi akan dibekali berbagai kemampuan, mulai dari tata kelola koperasi, pengelolaan usaha, hingga pelayanan kepada anggota dan masyarakat.
Pelatihan calon manajer KDKMP dijadwalkan berlangsung pada 17–31 Juli 2026, sebagai bagian dari persiapan operasional ribuan koperasi yang akan mulai beroperasi secara bertahap.
Dengan penyelesaian pembangunan ribuan KDKMP serta penyiapan manajer profesional, pemerintah berharap program KDKMP mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan usaha mikro dan ekonomi desa di seluruh Indonesia. [DR]