KPR 40 Tahun Segera Hadir, Maruarar Sebut Demi Permudah Rakyat Punya Rumah

Selasa, 07 Juli 2026 21:19 WIB
Rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). (IDNVoice/BP Tapera)
Rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). (IDNVoice/BP Tapera)

IDNVoice.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pemerintah tengah menyiapkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun sebagai upaya mempermudah masyarakat memiliki rumah melalui cicilan yang lebih ringan.

Menurut Maruarar, kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi.

"Kalau 40 tahun itu kan memang tujuan baik dan mulia dari Presiden Prabowo, satu aja tujuannya supaya rakyat lebih mudah, nyicilnya lebih murah. Itu kan hal yang sangat baik ya," ujar Maruarar pada Selasa, 7 Juli 2026.

Ia menjelaskan, rencana penerapan KPR dengan tenor hingga 40 tahun telah dibahas bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, termasuk Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), Kementerian Keuangan, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Semua setuju mendukung," katanya.

Maruarar menuturkan, pemerintah kini masih menyelesaikan sejumlah regulasi sebagai dasar pelaksanaan kebijakan tersebut. Ia berharap proses penyusunan aturan dapat segera rampung sehingga skema baru itu bisa segera diterapkan.

Menurutnya, tenor yang lebih panjang akan membuat besaran cicilan rumah subsidi menjadi lebih rendah sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu membeli rumah.

"Ya itu akan makin banyak peminat rumah subsidi karena kan cicilannya bisa jadi makin rendah, bisa di bawah Rp1 juta ya," terang Maruarar.

Meski demikian, pemerintah masih melakukan sejumlah kajian sebelum menetapkan waktu pelaksanaan kebijakan KPR dengan tenor 40 tahun tersebut.

"Kita pelajari, kita usahakan yang terbaik," imbuhnya.

Skema KPR hingga 40 tahun diharapkan menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendukung program penyediaan rumah subsidi di Indonesia. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid