IDNVoice.com - Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Didit Herdiawan Ashaf optimistis pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kota Batam, Kepulauan Riau, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penguatan kolaborasi antarnelayan dan pengembangan ekonomi berbasis kelautan.
Didit mengatakan Batam menjadi salah satu daerah yang memiliki tiga lokasi Kampung Nelayan Merah Putih, yakni di Sekanak Raya, Pulau Kasu, dan Sembulang. Ketiga lokasi tersebut diproyeksikan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat nelayan.
"Kemarin kami sudah meninjau KNMP Sekanak Raya, dan hari ini saya titip kepada masyarakat di sekitar KNMP Batam untuk merawatnya dengan baik dan bekerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih. Harapannya pendapatan nelayan yang tadinya mungkin sedikit bisa menjadi lebih meningkat," kata Didit di Batam pada Selasa, 7 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kawasan Kampung Nelayan Merah Putih juga akan dikembangkan melalui program budidaya ikan tematik sehingga tercipta keterpaduan antara kawasan pesisir dengan wilayah lain dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Di sinilah nanti terjadi kerja sama antara kawasan pesisir dengan daerah lainnya sehingga terjadi peningkatan pendapatan bagi masyarakat," ujarnya.
Menurut Didit, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga menjadi model pengembangan ekonomi berbasis sektor kelautan yang disesuaikan dengan karakteristik setiap daerah.
"Tahun ini kami sudah menyelesaikan sekitar 100 Kampung Nelayan Merah Putih sebagai model. Pengembangannya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah," kata Wamen KKP.
Ia menambahkan, sebelum pembangunan dilakukan pemerintah terlebih dahulu melaksanakan asesmen untuk memastikan status lahan memenuhi prinsip clear, clean, and free, sehingga pelaksanaan program tidak menghadapi kendala hukum maupun administrasi.
Didit menegaskan pendampingan terhadap masyarakat akan terus dilakukan meski pembangunan fisik telah selesai.
"Setelah pembangunan tidak kami tinggalkan. Ada tim penyuluh, tim pendamping, dan tim pengawas agar kampung nelayan ini benar-benar berjalan dan menjadi bagian dari peningkatan pendapatan masyarakat nelayan," ujarnya.
Pemerintah juga menargetkan pembangunan sekitar 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia sepanjang 2026.
"Target ini harus bisa dilaksanakan dan operasional, serta harus bisa menyentuh masyarakat nelayan. Di samping meningkatkan pendapatan, juga untuk meningkatkan asupan protein untuk masyarakat sekitar," kata Didit.
Menurutnya, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih juga diharapkan memperkuat rantai pasok bahan pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih.
Dengan keberadaan tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Batam, pemerintah berharap kesejahteraan nelayan semakin meningkat sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah kepulauan. [DR]