IDNVoice.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengarahkan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam untuk dipersiapkan sebagai gerbang maritim dan investasi global sekaligus menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Arahan tersebut disampaikan Presiden saat menerima jajaran pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam di kediamannya di Jakarta guna membahas percepatan transformasi Batam sebagai pusat ekonomi strategis Indonesia.
Deputi Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan Presiden menegaskan bahwa Batam harus menjadi model implementasi berbagai agenda prioritas nasional, mulai dari hilirisasi, industrialisasi, deregulasi, percepatan investasi, hingga efisiensi logistik.
"Bapak Presiden juga mengarahkan agar Batam menjadi pilot project reformasi investasi nasional melalui digitalisasi pelayanan, pengawasan berbasis risiko, serta penguatan integritas kawasan," ujar Fary Francis pada Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut Presiden, keunggulan Batam harus dibangun di atas tiga fondasi utama, yakni kepastian hukum, kecepatan pelayanan, dan infrastruktur yang berdaya saing global.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga memberikan perhatian khusus pada modernisasi pelabuhan serta rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Batam yang diproyeksikan menjadi simpul logistik nasional.
Pelabuhan tersebut nantinya akan terintegrasi dengan kawasan industri, manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), serta jaringan pelayaran dunia. Langkah ini diharapkan mampu menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing ekspor, dan memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok global.
Untuk mendukung percepatan program tersebut, Presiden menyatakan akan mengoordinasikan langkah lintas kementerian dan lembaga guna menyelesaikan berbagai isu strategis, mulai dari harmonisasi regulasi hingga pembangunan pelabuhan internasional.
Sementara itu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengungkapkan bahwa iklim investasi di Batam semakin membaik setelah adanya penguatan regulasi melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.
Menurut Amsakar, kebijakan tersebut membuat pelayanan investasi menjadi lebih cepat sekaligus memberikan kepastian yang lebih baik bagi para investor.
"Melalui berbagai reformasi tersebut, BP Batam menargetkan Batam menjadi kawasan yang lebih produktif, tertata, dan kompetitif, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat investasi, industri, dan perdagangan yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional," ujar Amsakar.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan pihaknya terus memperkuat tata kelola kawasan melalui digitalisasi Land Management System (LMS). Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kemudahan layanan pengelolaan lahan.
"BP Batam menilai perkuatan tata kelola tersebut akan meningkatkan kepastian hukum, mempercepat layanan investasi, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap Batam sebagai tujuan investasi," kata Li Claudia.
Di sisi lain, kinerja investasi Batam menunjukkan tren yang sangat positif. BP Batam mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun.
Pada Triwulan I 2026, nilai investasi kembali tumbuh menjadi Rp17,48 triliun atau meningkat 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Investasi tersebut semakin terkonsentrasi pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi, seperti industri elektronik, mesin, pusat data, energi, dan kawasan industri yang menjadi motor penggerak ekonomi masa depan. [DR]