IDNVoice.com - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mendorong pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai langkah membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih berkeadilan. Melalui koperasi, pemerintah ingin memastikan nilai tambah hasil produksi masyarakat dapat dinikmati langsung di desa, bukan mengalir ke pihak luar.
Pernyataan tersebut disampaikan Farida saat menjadi pembicara dalam seminar ilmiah bertajuk Strategi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar.
Farida mengungkapkan, selama ini petani masih menghadapi persoalan klasik di sektor hilir. Salah satunya adalah harga gabah yang kerap ditentukan oleh tengkulak akibat keterbatasan modal tunai yang dimiliki masyarakat desa.
"Kita ingin gabah itu dibeli melalui Koperasi Desa Merah Putih, dikeringkan, lalu dikemas menjadi beras premium di desa itu sendiri. Ketika ada kenaikan nilai jual 30 persen hingga 50 persen, pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan itu terjadinya di desa, bukan dibawa keluar oleh pabrik-pabrik besar," kata Farida dalam keterangannya pada Senin, 6 Juli 2026.
Menurutnya, pemerintah tengah melakukan reposisi arah pembangunan ekonomi nasional dengan mengembalikan kedaulatan sumber daya alam dan meningkatkan produktivitas masyarakat desa melalui wadah koperasi.
Farida menjelaskan, KDKMP yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dirancang sebagai ekosistem yang menghubungkan akses permodalan dengan pengolahan hasil produksi di tingkat desa. Dengan begitu, nilai tambah komoditas tidak lagi terpusat di luar daerah.
Ia mencontohkan, hasil panen gabah dapat dibeli koperasi, dikeringkan, lalu diolah menjadi beras premium di desa. Skema tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Selain membahas penguatan ekonomi desa, Farida juga mengajak mahasiswa untuk memiliki jiwa kewirausahaan agar mampu menciptakan lapangan kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia meminta perguruan tinggi mengintegrasikan literasi keuangan sejak awal masa perkuliahan, sekaligus mengoptimalkan program magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai sarana pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengajak mahasiswa membangun mentalitas wirausaha dengan menetapkan target yang realistis dan bertahap.
"Mengejar Rp100 juta pertama itu susah, Rp1 miliar pertama super susah. Tapi semua ada tahapannya. Mulai dengan menetapkan prioritas keluarga dan siapkan tabungan masa depan agar kita tumbuh menjadi generasi yang sukses," katanya. [DR]