IDNVoice.com - Pemerintah menyalurkan 12 unit ekskavator ke Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai upaya mempercepat rehabilitasi sarana dan prasarana perikanan budi daya yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tb Haeru Rahayu mengatakan bantuan alat berat tersebut ditujukan untuk mempercepat pemulihan tambak, kolam, saluran irigasi perikanan, serta akses produksi yang terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang terjadi pada akhir 2025.
"Bantuan ekskavator ini bukan sekadar dukungan alat berat, tetapi bagian dari upaya mempercepat bangkitnya aktivitas usaha pembudi daya di daerah terdampak bencana," kata Haeru dalam keterangannya pada Senin, 6 Juli 2026.
Menurut Haeru, pemulihan pascabencana harus dilakukan secara cepat dan tepat agar para pembudi daya dapat segera kembali menjalankan usahanya.
Ia menjelaskan ekskavator tersebut akan dimanfaatkan untuk membersihkan material sisa bencana, merehabilitasi jaringan irigasi, menormalisasi saluran air, memperbaiki tambak dan kolam, serta menata kembali kawasan perikanan budi daya.
"Ketika tambak, kolam, dan saluran air pulih, maka harapan pembudi daya untuk kembali berproduksi juga ikut pulih. Inilah yang ingin kita dorong agar roda ekonomi daerah terus bergerak," ujarnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh Syafrizal menyambut baik bantuan tersebut. Ia mengatakan bencana hidrometeorologi telah menyebabkan kerusakan pada tambak dan kolam milik masyarakat di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh.
Menurutnya, keberadaan ekskavator juga akan meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana di masa mendatang karena dapat segera digunakan untuk penanganan awal ketika terjadi kerusakan infrastruktur perikanan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bireuen, Aceh, Muhammad Jafar mengatakan bantuan alat berat tersebut menjadi harapan baru bagi para pembudi daya yang tambak dan muaranya mengalami kerusakan akibat banjir.
"Banyak tambak rusak dan tidak mungkin dikerjakan secara manual. Dengan alat berat ini, kami berharap normalisasi tambak dan saluran bisa lebih cepat dilakukan sehingga masyarakat pembudi daya bisa kembali berusaha," ujarnya.
Bantuan 12 unit ekskavator tersebut diserahkan secara simbolis di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026. [DR]