IDNVoice.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sektor keuangan menjadi penyerap terbesar alumni Program Magang Nasional (MagangHub) 2025. Data tersebut menunjukkan program magang mulai memberikan peluang nyata bagi peserta untuk masuk ke dunia kerja setelah menyelesaikan masa magang selama enam bulan.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan sektor keuangan menjadi bidang yang paling banyak memberikan penawaran kerja kepada alumni Magang Nasional dibandingkan sektor lainnya.
"Peserta yang mendapatkan penawaran kerja berdasarkan sektor. Ini ada kita lihat ada finance, wholesale trade, kemudian manufaktur, health, akomodasi. Dan ini yang paling besar ini (sektor) finance, ya, di bidang keuangan," kata Afriansyah saat Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Senin, 6 Juli 2026.
Berdasarkan data Kemnaker, sektor keuangan menyerap 23,4 persen alumni Program Magang Nasional 2025. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan grosir (wholesale trade) sebesar 17,9 persen, disusul sektor manufaktur yang menyerap 16,5 persen peserta.
Sementara itu, sektor kesehatan berada di peringkat keempat dengan penyerapan 10,3 persen, sedangkan sektor akomodasi menempati posisi kelima dengan 5,2 persen.
Secara keseluruhan, Kemnaker mencatat sekitar 30 persen alumni Magang Nasional telah menerima penawaran kerja dari perusahaan tempat mereka menjalani program magang.
"Dari data survei juga, anak-anak magang yang kita siapkan, itu rata-rata 30 persen (dari) mereka itu setelah magang, diterima di perusahaan tempat mereka bekerja," ujar Afriansyah.
Selain itu, sebanyak 34 persen alumni angkatan pertama belum memperoleh penawaran kerja, tetapi telah menunjukkan indikasi akan direkrut oleh perusahaan. Adapun 36 persen peserta lainnya belum mendapatkan tawaran pekerjaan setelah program magang berakhir.
Untuk penyelenggaraan Magang Nasional 2026 atau angkatan kedua, Kemnaker menargetkan sebanyak 150 ribu peserta yang akan dibagi ke dalam tiga gelombang (batch).
Afriansyah menjelaskan, pada pelaksanaan tahun depan Kemnaker akan memperluas pemerataan wilayah dan bidang magang, meningkatkan inklusivitas peserta, memberikan sertifikasi kepada seluruh peserta, serta memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi program.
"Perbaikan monitoring dan evaluasi yang kami lakukan, yaitu pemantauan sejak awal hingga selesai, evaluasi kualitas penyelenggaraan dan mentor, dan pelacakan hasil pasca program," kata Afriansyah.
Ia menambahkan, kuota peserta untuk gelombang pertama Magang Nasional 2026 ditetapkan sebanyak 50 ribu orang. Pendaftaran program tersebut dijadwalkan dibuka pada 15 hingga 28 Juli mendatang. [DR]