PTPN III Siapkan Tiga Strategi Dukung Swasembada Pangan dan Energi, Butuh Investasi Rp140 Triliun

Senin, 06 Juli 2026 17:44 WIB
Plt. Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Iswahyudi dalam agenda Rapat Dengar Pendapat PTPN III beserta Subholding dengan Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Senin, 6 Juli 2026. (IDNVoice/Antara)
Plt. Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Iswahyudi dalam agenda Rapat Dengar Pendapat PTPN III beserta Subholding dengan Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Senin, 6 Juli 2026. (IDNVoice/Antara)

IDNVoice.com - Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Iswahyudi memaparkan tiga strategi utama yang akan dijalankan perusahaan untuk mendukung target pemerintah mewujudkan swasembada pangan dan energi. Strategi tersebut meliputi peningkatan produktivitas (intensifikasi), perluasan lahan (ekstensifikasi), dan pengembangan industri hilir.

Hal itu disampaikan Iswahyudi dalam Rapat Dengar Pendapat PTPN III beserta Subholding dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Pada strategi pertama, yakni intensifikasi, PTPN III akan meningkatkan produktivitas lahan yang telah dikelola melalui penerapan praktik terbaik pada komoditas kelapa sawit dan tebu.

"Untuk kelapa sawit, kami punya aspirasi sejak tahun 2025 dan lima tahun ke depan TBS (tandan buah segar) sudah meningkat dari 20,63 ton per hektar menjadi 21,5 ton per hektar. Rendemen juga aspirasi kami meningkat dari 23,27 persen menjadi 23,55 persen," kata Iswahyudi pada Senin, 6 Juli 2206.

Sementara itu, untuk komoditas tebu, perusahaan menargetkan produktivitas meningkat dari 66,6 ton menjadi 83,2 ton per hektare. Rendemen gula juga ditargetkan naik dari 6,19 persen menjadi 7,55 persen.

Menurut Iswahyudi, target tersebut akan didukung melalui pemupukan yang presisi, standardisasi panen, perbaikan sistem logistik, serta optimalisasi kinerja pabrik, baik di tingkat holding maupun subholding.

Strategi kedua adalah ekstensifikasi dengan memperluas areal tanam berbagai komoditas. Hingga 2030, PTPN III berencana menambah 270 ribu hektare lahan kelapa sawit dan 500 ribu hektare lahan tebu untuk mendukung swasembada pangan sekaligus energi, khususnya produksi gula dan bioetanol.

Selain memperluas komoditas yang sudah ada, perusahaan juga akan mengembangkan sejumlah komoditas baru dalam lima tahun mendatang, yakni singkong seluas 104 ribu hektare untuk kebutuhan bioetanol, jagung 4.200 hektare, kedelai 200 ribu hektare, serta bawang putih seluas 24 ribu hektare.

Adapun strategi ketiga adalah hilirisasi dengan meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan melalui pengolahan menjadi berbagai produk turunan.

"Seperti sawit ada biodisel, kemudian CPG (Compressed Biomethane Gas), ada margarin, ada CBE atau cocoa butter equivalent. Kemudian tebu, kami punya aspirasi untuk menambah tiga pabrik gula dan enam pabrik bioetanol. Kemudian untuk singkong dan jagung ada dua pabrik bioetanol," ujar Iswahyudi.

Untuk merealisasikan seluruh program tersebut dalam lima tahun ke depan, PTPN III memperkirakan membutuhkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp140 triliun. Nilai investasi itu hampir setara dengan total aset perusahaan yang saat ini mencapai Rp158 triliun.

Karena itu, PTPN III meminta dukungan pemerintah, pemegang saham, dan DPR RI agar program swasembada pangan dan energi dapat berjalan sesuai target. Dukungan yang diharapkan mencakup perluasan status Proyek Strategis Nasional (PSN), pendanaan, percepatan perizinan, hingga penguatan koordinasi lintas kementerian. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid