BPDP Siap Jembatani UMKM Perkebunan Bertemu Investor, Dorong Hilirisasi dan Peluang Bisnis

Senin, 06 Juli 2026 10:52 WIB
Petugas memberi pemaparan pada pengunjung di stan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) pada ajang pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) di Jogja Expo Center, Yogyakarta selama 3-5 Juli 2026. (IDNVoice/BPDP)
Petugas memberi pemaparan pada pengunjung di stan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) pada ajang pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) di Jogja Expo Center, Yogyakarta selama 3-5 Juli 2026. (IDNVoice/BPDP)

IDNVoice.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor perkebunan dengan membuka akses kemitraan bersama investor, calon mitra usaha, hingga masyarakat yang ingin mengembangkan bisnis berbasis komoditas perkebunan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi BPDP dalam pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) bertema Grow Beyond Boundaries yang digelar di Jogja Expo Center, Yogyakarta, pada 3-5 Juli 2026.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, mengatakan BPDP terus menjalankan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, serta penguatan hilirisasi komoditas perkebunan.

"Komoditas perkebunan Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah," ujar Helmi dalam keterangannya pada Senin, 6 Juli 2026.

Melalui keikutsertaan dalam IFBC, BPDP menghadirkan ratusan peluang usaha yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM agar naik kelas sekaligus memperkuat perekonomian nasional melalui inovasi dan kolaborasi.

Menurut Helmi, kehadiran BPDP dalam pameran tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk mendorong hilirisasi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM.

"Ini menjadi momentum bagi BPDP untuk mempertemukan pelaku UMKM perkebunan dengan calon mitra usaha, investor, maupun masyarakat yang tertarik mengembangkan bisnis berbasis komoditas perkebunan," katanya.

Ia menilai IFBC menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan berbasis komoditas perkebunan kepada masyarakat, pelaku usaha, hingga calon investor.

"Kami berharap melalui ajang ini dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi dan mendorong UMKM perkebunan untuk terus berkembang, berinovasi, dan naik kelas," ujarnya.

Helmi juga berharap semakin banyak wirausaha baru yang mampu mengolah potensi perkebunan menjadi produk inovatif, kompetitif, dan memiliki daya saing, baik di pasar nasional maupun global.

"Kami terus mendorong agar produk-produk perkebunan Indonesia mampu memiliki daya saing yang lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas," kata Helmi.

BPDP juga ingin mendorong masyarakat, khususnya generasi muda dan calon wirausaha, untuk memandang sektor perkebunan bukan hanya sebagai penghasil komoditas primer, tetapi juga sebagai sumber inovasi serta peluang bisnis berkelanjutan yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid