IDNVoice.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah mitigasi menghadapi dampak fenomena El Nino dengan mengembangkan hijauan pakan ternak berupa tanaman legum dan rumput berprotein tinggi yang tahan terhadap kekeringan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pakan sekaligus memastikan keberlanjutan produksi ternak di tengah potensi berkurangnya hijauan pakan alami saat musim kemarau.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan pengembangan dilakukan melalui perluasan penanaman berbagai jenis tanaman pakan yang memiliki kemampuan beradaptasi pada lahan kering.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI dalam rangka mitigasi dampak El Nino di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (3 Juli 2026).
"Pengembangan melalui perluasan penanaman tanaman pakan yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi lahan kering sehingga tetap dapat tumbuh meski curah hujan menurun," katanya pada Jumat, 3 Juli 2026.
Ia menjelaskan, tanaman pakan yang dikembangkan meliputi kelompok legum seperti indigofera, gamal, dan lamtoro, serta rumput berprotein tinggi seperti rumput gajah umami yang dinilai mampu bertahan pada kondisi kekeringan.
"Hijauan tahan kekeringan menjadi upaya cepat pemerintah menjaga stabilitas pasokan pakan di tingkat peternak secara berkelanjutan," ujarnya.
Agung mengatakan Kementerian Pertanian terus mendorong kelompok peternak di berbagai daerah untuk membudidayakan hijauan pakan ternak, baik dari jenis legum maupun rerumputan. Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan peternak terhadap pakan alami yang rentan berkurang ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Selain memperluas penanaman, Kementerian Pertanian juga mendorong pengolahan hijauan menjadi pakan awetan melalui proses fermentasi maupun pengeringan. Dengan cara itu, pakan dapat disimpan dalam jangka waktu lebih lama dan dimanfaatkan saat ketersediaan hijauan segar menurun.
"Ini menjadi strategi untuk memperkuat ketahanan pakan nasional sekaligus menjaga produktivitas ternak agar tetap stabil di tengah perubahan kondisi iklim," ujar Agung Suganda.
Melalui pengembangan hijauan tahan kekeringan dan teknologi pengawetan pakan, Kementerian Pertanian berharap sektor peternakan tetap mampu menjaga produktivitas sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin meningkat. [DR]