IDNVoice.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi`i meyakini pengembangan koperasi pesantren memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan kesejahteraan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pesantren dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai gotong royong.
"Koperasi pesantren dapat menjadi sarana yang sangat efektif untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Ini adalah wujud konkret semangat kebersamaan kita dalam membangun ekonomi yang berkeadilan dari lingkungan pesantren," ujar Romo Syafi`i dalam keterangannya pada Senin, 29 Juni 2026.
Romo Syafi`i mengajak seluruh elemen pesantren menjadikan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan yang mampu menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi umat. Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga menjadi instrumen perjuangan ekonomi rakyat yang berlandaskan semangat kebersamaan dan gotong royong.
Ia juga menegaskan kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah agar pesantren dapat berkembang lebih optimal, baik dalam bidang pendidikan maupun pemberdayaan ekonomi.
Lebih lanjut, Wamenag berharap pesantren mampu melahirkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, memahami fikih pembangunan bangsa, serta memiliki daya saing dalam ekonomi kerakyatan.
"Negara memandang pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan bangsa. Indonesia Emas 2045 akan tercapai dengan hadirnya SDM yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat," katanya.
Dalam kesempatan itu, Romo Syafi`i juga menyinggung komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengelola kekayaan alam demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Menurutnya, semangat hilirisasi dan perbaikan tata kelola ekonomi nasional dapat menjadi inspirasi bagi pesantren untuk semakin produktif dalam mengelola berbagai potensi yang dimiliki.
"Kita sedang menata kembali ekonomi nasional agar memberikan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri. Semangat ini selaras dengan upaya pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi, sehingga umat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari penggerak ekonomi bangsa," kata Romo Syafi`i. [DR]