Perluas Peluang Pasar Produk, MPDI Bidik Kolaborasi dengan Koperasi Merah Putih

Minggu, 28 Juni 2026 09:29 WIB
Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono, secara resmi membuka Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) 2026 sekaligus meresmikan Koperasi Sekunder Pesantren di Pondok Pesantren Darul Ukhuwah, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu, 27 Juni 2026. IDNVoice/Istimewa)
Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono, secara resmi membuka Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) 2026 sekaligus meresmikan Koperasi Sekunder Pesantren di Pondok Pesantren Darul Ukhuwah, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu, 27 Juni 2026. IDNVoice/Istimewa)

IDNVoice.com - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyebut Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) telah membentuk koperasi sekunder yang nantinya berperan sebagai offtaker produk dari koperasi primer milik pondok pesantren.

Melalui skema tersebut, produk yang dihasilkan koperasi pesantren diharapkan memiliki pasar yang lebih luas, bahkan berpeluang menjadi pemasok bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menurutnya, setiap produk dari koperasi premier di pondok pesantren yang dinaungi oleh MPDI bisa menjadi penyuplai barang bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Ketua Umum MPDI, Ayi Abdul Rosyid, mengatakan pihaknya saat ini membina lebih dari 300 pondok pesantren di seluruh Indonesia. Namun, baru sekitar 10 persen atau sekitar 30 pesantren yang telah memiliki koperasi dan sebagian besar belum berkembang secara optimal.

"Kami mendorong pesantren supaya memiliki produk untuk dikolaborasikan dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," katanya pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Ia menjelaskan, MPDI terus menggandeng pemerintah untuk memperkuat tata kelola dan pengembangan koperasi pondok pesantren agar mampu tumbuh dan menjadi penggerak ekonomi umat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid