IDNVoice.com - Sebanyak 12 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah beroperasi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Sementara itu, 50 unit koperasi lainnya masih menunggu hasil peninjauan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) setelah menjalani proses verifikasi dan validasi (verval).
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mamuju, Ririn Trijulianti, mengatakan dari 101 KDKMP yang telah dikukuhkan dan mengikuti pelatihan, sebanyak 12 koperasi sudah menjalankan kegiatan operasional selama lima bulan terakhir.
"Dari 101 yang kita sudah laksanakan pengukuhan, pelatihan, itu sudah sekitar 12 KDKMP yang sudah beroperasi," ujarnya dikutip dari RRI Mamuju pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Ririn menjelaskan, sebanyak 50 KDKMP telah menjalani verval berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Pemeriksaan tersebut mencakup kesiapan bangunan dan berbagai aspek pendukung operasional koperasi. Hasil verifikasi kemudian dilaporkan kepada Kementerian Koperasi untuk diteruskan kepada BPKP guna ditinjau lebih lanjut.
"Kami sudah melakukan verval terhadap 50 KDKMP, kami sudah melaporkan itu sesuai fakta lapangan, apa yang terjadi, kondisi bangunan dan lain-lain, dan itu nanti ditarik oleh Kemenkop dan di-share ke BPKP untuk direview," jelasnya.
Apabila hasil peninjauan menyatakan koperasi telah memenuhi persyaratan, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mamuju akan mendorong 50 KDKMP tersebut agar segera beroperasi. Langkah ini diharapkan mempercepat pelaksanaan program KDKMP sekaligus memperluas aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mendorong koperasi yang telah aktif dan memiliki sumber daya manusia (SDM) memadai untuk mulai menjalankan kegiatan usaha sambil melengkapi persiapan yang masih diperlukan. Salah satu langkah yang diarahkan adalah menghimpun simpanan pokok dan simpanan wajib anggota sebagai modal awal koperasi.
"Walaupun dari kesiapan belum sepenuhnya, sambil menunggu itu ada beberapa koperasi yang kami arahkan untuk menjalankan simpanan pokok dan wajib. Jadi itu jadi modal awalnya mereka untuk bermitra dengan Bulog," tutupnya. [DR]