IDNVoice.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempercepat pembentukan 3.258 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperkuat perekonomian masyarakat dan mendorong pemerataan aktivitas usaha hingga tingkat desa dan kelurahan.
Berdasarkan data per 15 Oktober 2026, sebanyak 1.324 koperasi telah terbentuk atau tercatat dalam pendataan. Pemerintah daerah kini tidak hanya mengejar pembentukan koperasi, tetapi juga memastikan kesiapan lahan, fasilitas, dan operasional agar program tersebut dapat berjalan optimal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumsel, Mega Nugraha, mengatakan percepatan pembentukan KDKMP terus dilakukan di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
"Dari target 3.258 unit, sebanyak 1.324 koperasi telah terbentuk atau tercatat dalam pendataan. Pemerintah provinsi terus mendorong percepatan pembentukan koperasi sekaligus memastikan kesiapan operasionalnya di setiap wilayah," katanya di Palembang pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Selain pembentukan kelembagaan, Pemprov Sumsel juga memprioritaskan verifikasi dan validasi lahan untuk pembangunan gerai serta gudang koperasi. Dari total target tersebut, sekitar 1.900 lokasi telah memiliki lahan yang memenuhi persyaratan atau berstatus clean and clear.
Kepastian status lahan menjadi perhatian penting agar pembangunan fisik koperasi tidak menghadapi persoalan di kemudian hari. Untuk itu, proses verifikasi dan validasi terus dikoordinasikan bersama pemerintah kabupaten dan kota serta jajaran terkait.
Pemprov Sumsel juga masih menunggu arahan pemerintah pusat mengenai tahapan peluncuran dan operasionalisasi KDKMP.
Di tengah percepatan pembentukan koperasi, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau kesiapan operasional KDKMP di Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan logistik, kesiapan pelayanan, dan mekanisme distribusi kebutuhan pokok kepada masyarakat sebelum program diluncurkan.
Sejumlah kebutuhan pokok telah tersedia di gerai koperasi, mulai dari minyak goreng, gula, mi instan hingga aneka makanan ringan. Harga sejumlah produk juga disebut berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp58.500 per kemasan lima kilogram. Sementara itu, minyak goreng Minyakita dijual Rp15.700 per kilogram.
Herman Deru menegaskan, peninjauan tersebut bertujuan memastikan kesiapan teknis sekaligus meminimalkan kendala ketika koperasi mulai beroperasi dan melayani masyarakat.
"Ini untuk mengecek kesiapan. Kita berharap ketika peluncuran nanti, keluhan-keluhan yang ada bisa dikurangi. Syukur kalau tidak ada lagi keluhan saat program ini sudah berjalan," kata Deru.
Percepatan pembentukan KDKMP di Sumatera Selatan diharapkan tidak berhenti pada pendataan dan pembangunan fisik. Kesiapan stok barang, pelayanan, serta distribusi kebutuhan pokok menjadi bagian penting agar koperasi benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi desa dan kelurahan. [DR]