KDKMP Disiapkan Jadi Penghubung Distribusi Sembako hingga Desa, 150 Bendahara di Purbalingga Ikuti Pelatihan

Rabu, 14 Oktober 2026 17:11 WIB
Ilustrasi: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. (IDNVoice/Google Maps-Supriyono)
Ilustrasi: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. (IDNVoice/Google Maps-Supriyono)

IDNVoice.com – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) didorong menjadi penghubung distribusi kebutuhan pokok hingga tingkat desa. Untuk mewujudkan peran tersebut, pemerintah daerah memperkuat kapasitas pengelola sekaligus membangun jaringan rantai pasok agar koperasi memiliki akses terhadap barang yang dibutuhkan masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Purbalingga, Agung Widiarto, mengatakan peningkatan kompetensi pengelola menjadi salah satu persiapan penting dalam mengembangkan KDKMP.

Sejak 12 Oktober 2026, sebanyak 150 bendahara koperasi mengikuti pelatihan pembukuan dan pengelolaan usaha. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan kemampuan calon pengelola dalam menjalankan koperasi secara profesional.

"Kami bersama pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengumpulkan 150 bendahara koperasi KDMP untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan kooperasi. Para calon-calon pengelola diberikan pemahaman terkait pembukuan dan lain sebagainya," katanya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, dikutip pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Pelatihan tersebut diharapkan membekali para calon pengelola dengan pemahaman mengenai administrasi keuangan dan tata kelola usaha. Setelah mengikuti pelatihan, mereka juga akan menjalani uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selain menyiapkan sumber daya manusia, pemerintah daerah berupaya memperkuat jaringan pasokan barang agar KDKMP dapat menjalankan fungsi distribusi secara optimal.

Agung menjelaskan, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Purbalingga telah berkomunikasi dengan asosiasi agen LPG setempat. Langkah tersebut bertujuan menghubungkan koperasi dengan rantai pasok gas melalui jaringan pangkalan.

"Kita menghubungkan antara KDMP dengan rantai pasok. Kami sudah berkomunikasi dengan para agen LPG melalui asosiasi pengusaha agen-agen LPG yang untuk menyalurkan LPG," ujarnya.

Koneksi dengan pemasok dinilai penting agar koperasi memiliki akses terhadap barang kebutuhan masyarakat. Dengan rantai pasok yang lebih terhubung, KDKMP diharapkan dapat memperkuat distribusi kebutuhan pokok hingga ke tingkat desa.

Sementara itu, Ketua KDKMP Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Marten Nusi, menyampaikan bahwa pembangunan koperasinya telah selesai. Pembentukan koperasi tersebut juga mendapat sambutan masyarakat, yang terlihat dari kehadiran sekitar 500 warga dalam musyawarah desa pertama.

"Sejak terbentuk pada 25 April tahun lalu, masyarakat yang hadir di musyawarah desa pertama kurang lebih 500 orang. Itu menunjukkan bahwa masyarakat punya komitmen dalam membangun ekonomi di tingkat desa, khususnya untuk pemberdayaan masyarakat," katanya dalam kesempatan yang sama.

Meski demikian, jumlah anggota KDKMP Tuladenggi saat ini baru sekitar 150 orang. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pengelola untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan meyakinkan warga agar bergabung sebagai anggota koperasi.

Marten mengatakan KDKMP Tuladenggi memprioritaskan lima program unggulan, termasuk bidang sembako. Pengembangan program tersebut diharapkan dapat memperkuat peran koperasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi desa.

Ia menegaskan, masyarakat perlu memahami bahwa KDKMP memiliki karakteristik berbeda dengan koperasi konvensional yang umumnya berfokus pada kegiatan simpan pinjam.

"Kendala dalam proses perekrutan adalah bagaimana meyakinkan masyarakat agar mereka bisa mendaftar sebagai anggota. Harus diingat bahwa koperasi ini berbeda dengan koperasi konvensional pada umumnya yang menitikberatkan pada program simpan pinjam," ujarnya.

Penguatan kapasitas pengelola, pembangunan jaringan pasokan, dan peningkatan jumlah anggota menjadi sejumlah aspek penting dalam pengembangan KDKMP. Dengan dukungan tersebut, koperasi diharapkan mampu menjadi bagian dari sistem distribusi kebutuhan pokok sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid