IDNVoice.com - Pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, terhenti total akibat kendala internal pada dapur operasional. Menyikapi kondisi tersebut, Satuan Tugas (Satgas) MBG Aceh Singkil telah mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat untuk mencari solusi agar pelayanan segera kembali berjalan.
Kepala Sekretariat Satgas MBG Aceh Singkil, Rully Suhaidi, mengungkapkan bahwa penghentian layanan terjadi setelah satu-satunya dapur yang sebelumnya beroperasi mengalami permasalahan internal hingga akhirnya berhenti beroperasi.
“Awalnya sudah ada satu dapur yang operasional, Namun akibat adanya problem internal, dapur tersebut akhirnya tertutup dan berdampak pada berhentinya pelayanan program makan gizi gratis di wilayah Kecamatan Singkil Utara,” kata Rully pada Senin, 12 Oktober 2026.
Menanggapi terhentinya pelayanan tersebut, Satgas MBG Aceh Singkil segera melakukan koordinasi tertulis dengan pihak terkait dan menyampaikan laporan kepada pemerintah pusat.
Surat tersebut juga ditembuskan kepada pihak Konvil, Karet, dan KPPG agar persoalan yang terjadi di Singkil Utara segera ditindaklanjuti oleh BGN Pusat.
“Dengan cepatnya kami melapor, kami berharap agar pelayanan makan gizi gratis di Kecamatan Singkil Utara khususnya, bisa segera beroperasional kembali,” ujarnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mempercepat penyelesaian kendala operasional agar masyarakat di wilayah tersebut dapat kembali menerima manfaat program MBG.
Di tengah terhentinya pelayanan, Satgas MBG Aceh Singkil melihat peluang untuk mengaktifkan kembali program tersebut. Berdasarkan analisis dan peninjauan di lapangan, saat ini telah tersedia satu dapur baru yang pembangunan fisiknya sudah rampung 100 persen.
Namun, dapur tersebut belum dapat beroperasi karena masih menunggu persetujuan dan proses penilaian atau appraisal resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Satgas berharap proses tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga dapur baru bisa menjadi solusi untuk memulihkan pelayanan MBG di Kecamatan Singkil Utara.
Meski laporan telah dikirimkan, hingga Senin, 12 Oktober 2026, Satgas MBG Aceh Singkil mengaku belum menerima jawaban resmi dari pemerintah pusat terkait permohonan penyelesaian masalah tersebut.
Rully menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan ini agar pelayanan MBG yang terhenti dapat segera beroperasi kembali.
“Untuk sementara belum ada jawaban. Namun yang jelas, kami akan tetap mengawal agenda ini sehingga program yang sempat macet bisa dengan cepat berlanjut dan berjalan kembali,” tutup Rully. [DR]