IDNVoice.com - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan makanan yang dikonsumsi siswa aman dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan.
Kepala Balai Besar POM di Pangkalpinang, Alex Sander, mengatakan pengawasan dilakukan mulai dari pengujian sampel makanan hingga pemeriksaan sarana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Untuk memastikan MBG itu aman, kami melakukan uji sampel produk MBG di semua SPPG sebelum didistribusikan untuk siswa di sekolah," kata Alex saat kunjungan kerja di Bangka, Sungailiat pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Selain pengujian sampel, BBPOM Pangkalpinang juga melakukan pengawasan secara rutin terhadap SPPG. Pemeriksaan mencakup kondisi sarana dan penerapan sanitasi di dapur tempat makanan MBG diproduksi.
"Kami membina semua SPPG untuk memperhatikan sanitasi di dapur SPPG guna mencegah berbagai persoalan kesehatan," ujar Alex.
Alex berharap rangkaian pengawasan, pengujian sampel, dan pembinaan terhadap SPPG dapat memperkuat keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
Dengan pengawasan tersebut, pihaknya berharap tidak kembali ditemukan kasus gangguan kesehatan pada siswa setelah mengonsumsi makanan MBG.
"MBG ini memberikan manfaat bagi siswa dengan harapan tidak terjadi lagi kasus keracunan di Kabupaten Bangka seperti yang terjadi di beberapa daerah," kata Alex.
Menurut Alex, salah satu aspek penting yang harus dipenuhi seluruh SPPG adalah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat tersebut menjadi standar dasar untuk memastikan kelayakan higienitas dapur, alur pengolahan bahan makanan, kebersihan peralatan hingga kondisi sanitasi lingkungan sekitar.
"Petugas memasak atau penjamah MBG di dapur SPPG harus memahami keamanan pangan dan perlu ditingkatkan pembinaan oleh petugas ahli gizi, meskipun semua petugas masak MBG sudah dibekali keterampilan penjamah," kata Alex.
BBPOM Pangkalpinang menilai keamanan pangan tidak hanya ditentukan dari kualitas bahan makanan, tetapi juga dari proses pengolahan hingga makanan tersebut diterima dan dikonsumsi siswa. [DR]