IDNVoice.com - Sebanyak 10 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dihentikan sementara atau di-suspend. Penghentian tersebut dilakukan karena berbagai alasan, mulai dari renovasi hingga persoalan administrasi dan pemenuhan standar keamanan pangan.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengatakan saat ini terdapat 134 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Bangkalan. Dari jumlah tersebut, 10 dapur sedang berhenti sementara.
"Totalnya ada 10 dapur. Untuk alasan berhenti sementaranya itu beragam," ucapnya pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Dari 10 dapur yang disuspend, empat dapur sedang menjalani renovasi mayor. Sementara itu, dua dapur lainnya belum mendapat pencairan dana melalui virtual account (VA).
"Lalu ada tiga dapur belum melakukan pengisian laporan di Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) dan satu dapur belum memiliki SLHS," tambahnya.
Selain penghentian sementara sejumlah dapur, pemenuhan berbagai sertifikasi untuk dapur MBG di Bangkalan juga masih berlangsung.
Untuk sertifikasi halal, misalnya, baru 45 dapur MBG yang telah mengantongi sertifikat halal.
"Selain itu untuk sertifikasi chef Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ada 101 dapur yang sudah punya, sisanya belum," jelas Bambang.
Sementara untuk sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) atau sertifikat keamanan pangan, baru 38 dapur yang telah memilikinya.
"Untuk HACCP yang sudah ada itu sebanyak 38 dapur. Yang sudah memproses ada 34 dapur, sisanya belum," kata Bambang.
Di tengah proses pemenuhan standar tersebut, program MBG di Bangkalan telah menjangkau 297.026 penerima manfaat. Sebanyak 240.141 penerima merupakan siswa, sedangkan 56.885 lainnya berasal dari kelompok 3B.
Pemenuhan SLHS, sertifikasi halal, kompetensi tenaga pengelola, serta HACCP menjadi bagian dari upaya memastikan operasional dapur MBG berjalan sesuai standar keamanan dan kelayakan pangan. [DR]