16 Dapur SPPG di Kepri Disetop Sementara, Tak Penuhi Standar BGN

Kamis, 08 Oktober 2026 19:57 WIB
Pengantaran ompreng MBG ke sekolah oleh petugas lapangan SPPG Pulau Buluh Batam, Kepri. (IDNVoice/Antara Foto)
Pengantaran ompreng MBG ke sekolah oleh petugas lapangan SPPG Pulau Buluh Batam, Kepri. (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com - Sebanyak 16 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dihentikan sementara karena dinilai belum memenuhi ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).

Ketua Satgas MBG Provinsi Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, 16 SPPG tersebut tersebar di Batam, Tanjungpinang, Natuna dan Anambas.

“16 SPPG ini tersebar di Batam, Tanjungpinang, Natuna, serta Anambas,” kata Nyanyang yang juga Wakil Gubernur Kepri di Tanjungpinang pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurut Nyanyang, penghentian sementara dilakukan karena sebagian besar SPPG tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Bahkan, terdapat beberapa SPPG yang diketahui telah beroperasi tanpa pemberitahuan kepada BGN.

Akibat penghentian tersebut, sejumlah penerima manfaat MBG, terutama yang berada di sekitar lokasi SPPG yang terkena suspend, untuk sementara tidak mendapatkan penyaluran program tersebut.

Nyanyang menegaskan belasan SPPG tersebut dapat kembali beroperasi setelah seluruh persyaratan yang ditetapkan BGN dipenuhi. Salah satu persyaratan utama adalah SLHS sebagai indikator bahwa dapur pengolahan makanan telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

“Untuk saat ini SPPG tak boleh beroperasi dulu demi menghindari permasalahan di lapangan, misalnya keracunan makanan,” ujar Nyanyang.

Ia menambahkan, sesuai arahan BGN, Satgas MBG di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi terus memperketat pengawasan terhadap dapur SPPG.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan proses pengolahan hingga penyaluran makanan dalam program MBG memenuhi standar gizi dan kesehatan.

Nyanyang mengatakan MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan program yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia. Karena itu, pengawasan perlu dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.

“Kalau memang ada permasalahan dapur SPPG, silakan melapor atau berkoordinasi ke Satgas MBG di wilayah masing-masing,” kata Nyanyang.

Berdasarkan data terkini, penerima manfaat MBG di Kepri telah mencapai 679.402 orang atau 87,47 persen dari target. Penyaluran tersebut dilakukan melalui 240 SPPG yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di provinsi tersebut. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid