MBG Pola Prasmanan Mulai Diuji Coba di Jepara, Siswa Ambil Makanan Sendiri

Kamis, 08 Oktober 2026 18:41 WIB
Sejumlah anak tampak bergiliran mengambil jatah makanan program makan bergizi gratis (MBG) secara prasmanan yang mulai dilakukan uji coba di SD Kanisius Kauman Jepara, Jawa Tengah pada Kamis, 8 Oktober 2026. (IDNVoice/Humas Pemkab Jepara)
Sejumlah anak tampak bergiliran mengambil jatah makanan program makan bergizi gratis (MBG) secara prasmanan yang mulai dilakukan uji coba di SD Kanisius Kauman Jepara, Jawa Tengah pada Kamis, 8 Oktober 2026. (IDNVoice/Humas Pemkab Jepara)

IDNVoice.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pola penyajian prasmanan mulai diuji coba di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pada tahap awal, pola baru ini menyasar sembilan sekolah, namun pelaksanaan uji coba baru dilakukan di satu sekolah.

Sekolah yang menjadi lokasi uji coba adalah SD Kanisius Kauman Jepara. Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar bersama jajaran terkait turun langsung melakukan monitoring pada Kamis untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan.

“Dari rencana sembilan sekolah sasaran, untuk uji coba baru dilaksanakan di SD Kanisius Kauman Jepara. Kami bersama tim juga melakukan monitoring guna memastikan penerapan pola penyajian baru tersebut berjalan baik dan memenuhi aspek gizi, kebersihan, serta keamanan pangan,” kata Ibnu Hajar saat monitoring di SD Kanisius Kauman Jepara pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Dalam monitoring tersebut, Ibnu Hajar didampingi Asisten I Sekda Jepara, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, Bagian Perekonomian, Camat Jepara beserta Satgas MBG Kecamatan, serta Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Jepara.

Pada tahap uji coba, layanan prasmanan masih diberikan secara terbatas kepada siswa kelas 4, 5 dan 6. Para siswa mengambil makanan secara langsung dari meja prasmanan yang telah disiapkan.

Menu yang disediakan terdiri atas nasi, lauk, sayuran dan buah. Dalam proses penyajian, siswa tetap diarahkan untuk menjaga kebersihan dan ketertiban.

Peralatan makan dan wadah saji juga telah disiapkan. Sementara petugas maupun siswa yang terlibat dalam pelayanan mengenakan perlengkapan pelindung, seperti penutup kepala, masker dan sarung tangan.

Uji coba sistem prasmanan tersebut sebelumnya telah berlangsung selama empat hari. Monitoring dilakukan untuk melihat langsung proses pelaksanaan sekaligus mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu dievaluasi.

Ibnu Hajar menilai uji coba menjadi tahap penting sebelum sistem prasmanan diterapkan lebih luas. Menurutnya, pola tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing satuan pendidikan agar pelaksanaan MBG dapat berjalan efektif.

Selain memastikan kecukupan gizi, aspek kebersihan, keamanan pangan dan ketertiban juga menjadi perhatian. Kemampuan siswa dalam mengambil makanan sesuai kebutuhan turut menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

Hasil monitoring dan evaluasi dari sekolah lokasi uji coba nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk menyempurnakan pelaksanaan MBG dengan pola prasmanan sebelum diterapkan di sekolah lainnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid