Bahlil Sebut Ambang Batas Parlemen Ideal 5 Persen, RUU Pemilu Masih Dibahas

Jum'at, 18 September 2026 10:35 WIB
Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. (IDNVoice/Antara Foto)
Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com - Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menilai ambang batas bagi partai politik untuk masuk parlemen atau parliamentary threshold yang ideal berada di angka lima persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di tengah bergulirnya pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu di DPR. Meski demikian, Wakil Ketua Umum DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya menyebut pembahasan RUU tersebut masih berada pada tahap awal.

"Kalau parliamentary threshold dalam komunikasi kita dengan lintas partai, memang ada yang menginginkan, ada 6 (persen), ada 7 (persen), ada 5 (persen), ada di bawah itu juga, tetapi mungkin angka ideal ya, angka ideal itu 5 cocoklah ya," kata Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui pada sela-sela kegiatannya di Istana Kepresidenan RI, Jakarta pada Kamis, 17 September 2026.

Walaupun menyebut lima persen sebagai angka ideal, Bahlil tak menjelaskan lebih lanjut sikap partainya mengenai pilihan ambang batas parlemen tersebut.

Bahlil juga tak menjawab pertanyaan mengenai pertemuan ketua umum-ketua umum partai politik koalisi pemerintah yang disebut berkaitan dengan pembahasan ambang batas parlemen.

Pembahasan mengenai parliamentary threshold menjadi salah satu isu dalam proses penyusunan RUU Pemilu. Sejumlah partai politik juga telah menyampaikan pandangan mengenai besaran ambang batas yang akan diatur dalam revisi UU Pemilu. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid