Soroti Dana Pemda Tak Terserap, Prabwoo Pangkas Transfer ke Daerah

Rabu, 16 September 2026 19:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto melakukan wawancara dengan sejumlah media nasional dalam program
Presiden Prabowo Subianto melakukan wawancara dengan sejumlah media nasional dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" di Hambalang, Jawa Barat. (IDNVoice/Badan Komunikasi Pemerintah)

IDNVoice.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti pengelolaan anggaran pemerintah daerah yang dinilainya belum optimal untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

Prabowo mengatakan pemerintah pusat perlu memastikan setiap anggaran negara digunakan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam kebijakan pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD).

Menurut Prabowo, terdapat anggaran yang telah ditransfer pemerintah pusat tetapi tidak segera digunakan oleh pemerintah daerah. Bahkan, ia menyebut ada dana yang justru disimpan di perbankan akibat berbagai persoalan di daerah.

"Kadang-kadang aneh, uang oleh Pemda itu tidak digunakan. Kita ada bukti. Ditaruh di bank, ada macam-macam. Atau ada konflik antara bupati sama DPR. Antara gubernur sama DPR. Jadi uang sudah kita transfer, nggak dipakai," kata Presiden Prabowo dalam Program Presiden Prabowo Menjawab sebagaimana dirilis Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta pada Rabu, 16 September 2026.

Prabowo Pertanyakan Pembangunan Infrastruktur Desa

Presiden menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena transfer anggaran ke daerah pada dasarnya ditujukan untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah memang memiliki kewenangan mengelola anggaran berdasarkan kebutuhan dan prioritas masing-masing daerah. Namun, Prabowo menekankan penggunaan anggaran harus tetap efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Prabowo kemudian menyoroti pembangunan infrastruktur dasar di tingkat desa. Ia mempertanyakan masih adanya kebutuhan pembangunan jembatan desa meski anggaran telah dialirkan ke daerah selama bertahun-tahun.

"Ini desentralisasi sudah jalan berapa? 25 tahun ya. Dana sudah kita turunkan ke tiap desa. Rp1 miliar. Selama 10 tahun terakhir. Transfer ke daerah sudah. Kenapa jembatan untuk di desa tidak pernah dibuat? Padahal jembatan itu hanya Rp400 juta," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo untuk mempertanyakan efektivitas pemanfaatan anggaran yang selama ini telah disalurkan pemerintah pusat ke daerah.

Anggaran Harus Berujung Manfaat

Prabowo menegaskan kebijakan anggaran harus berorientasi pada hasil dan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

Menurutnya, pemerintah pusat perlu memastikan setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBN maupun yang ditransfer ke daerah benar-benar menghasilkan pembangunan dan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat.

Sorotan tersebut menempatkan efektivitas penggunaan TKD sebagai bagian penting dalam pengelolaan keuangan negara, terutama agar anggaran yang telah tersedia tidak berhenti sebagai dana tersimpan, tetapi diwujudkan dalam program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid