Golkar-PKS Perkuat Komunikasi, Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Prabowo

Selasa, 15 September 2026 14:46 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf bertukar cendera mata saat pertemuan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta pada Senin, 14 September 2026. (IDNVoice/Partai Golkar)
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf bertukar cendera mata saat pertemuan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta pada Senin, 14 September 2026. (IDNVoice/Partai Golkar)

IDNVoice.com - Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepakat mempererat komunikasi dan memperkuat kolaborasi politik untuk mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dengan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan PKS memiliki posisi penting dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran.

"PKS memiliki positioning yang bagus dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran dan sejauh yang saya tahu, Presiden Prabowo sangat menghargai eksistensi PKS dalam koalisi," kata Bahlil dalam siaran persnya pada Selasa, 15 September 2026.

PKS: Kesuksesan Prabowo Jadi Tanggung Jawab Bersama

Sementara itu, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf menegaskan keikutsertaan partainya dalam koalisi pemerintahan didasarkan pada kesamaan visi.

Menurut dia, Prabowo dinilai mampu mengakomodasi berbagai persoalan umat sehingga PKS memandang keberhasilan pemerintahan sebagai tanggung jawab seluruh partai pendukung.

"Pernah ada yang menanyakan keberadaan PKS di koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Saya jawab karena Pak Prabowo sangat akomodatif terhadap persoalan umat dan tidak pernah menyudutkan umat. Jadi, bagi kami, kesuksesan Presiden Prabowo juga menjadi tanggung jawab seluruh partai pendukung koalisi," ujarnya.

Al Muzzammil juga menyampaikan keinginan PKS untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dengan Partai Golkar.

"Kami datang dalam perpolitikan Indonesia dengan harapan bisa meningkatkan komunikasi dan kolaborasi. PKS datang ke Partai Golkar karena kedekatan personal dan kesamaan pandang tentang Indonesia. Saya yakin banyak hal bisa dikerjasamakan dengan Partai Golkar," katanya.

Bahas Palestina hingga Revisi UU Pemilu

Merespons pernyataan tersebut, Bahlil kembali menegaskan komitmen Partai Golkar untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Pertemuan semacam ini penting agar kita bisa berkolaborasi untuk saling menghadirkan manfaat, apalagi kita sebagai partai koalisi yang menginginkan kesuksesan pemerintahan," ucap Bahlil.

Pertemuan Golkar dan PKS juga membahas sejumlah isu yang berpotensi menjadi ruang kerja sama kedua partai.

Beberapa di antaranya adalah dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kebijakan di sektor energi.

Kedua partai juga mendiskusikan sejumlah poin penting terkait rencana pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu.

"Kita ingin suatu sistem pemilu yang tetap mencerminkan suara rakyat, tetapi juga memungkinkan hadirnya anggota DPR yang berkualitas," kata Bahlil.

Sebagai tindak lanjut, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji dan Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid ditugaskan membahas lebih lanjut format kerja sama kedua partai.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi langkah kedua partai untuk memperkuat komunikasi politik di tengah upaya mengawal agenda pemerintahan Prabowo-Gibran. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid