IDNVoice.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Bulgaria Alexander Poulev di kompleks parlemen, Jakarta, Senin. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama Indonesia-Bulgaria, terutama di bidang pendidikan, kepemudaan, dan olahraga.
Dalam pertemuan itu, Puan menegaskan hubungan Indonesia dan Bulgaria tidak hanya dibangun berdasarkan kepentingan praktis, tetapi juga memiliki fondasi kesamaan nilai, terutama demokrasi, multilateralisme, penghormatan terhadap hukum internasional, serta komitmen terhadap tatanan dunia berbasis aturan.
"Di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian global, nilai-nilai ini menjadi pegangan untuk kita saling menghargai dan mengedepankan kerja sama," kata Puan pada Senin, 14 September 2026.
Menurut Puan, hubungan bilateral yang kuat pada akhirnya harus bertumpu pada hubungan erat antarmasyarakat kedua negara. Karena itu, DPR RI mendorong penguatan kerja sama sosial dan budaya antara Indonesia dan Bulgaria.
"Sebagai perwakilan dari rakyat, kami di DPR RI mendorong peningkatan interaksi masyarakat Indonesia dan Bulgaria, termasuk melalui pendidikan, pertukaran budaya, pariwisata, dan ketenagakerjaan," katanya.
Puan juga mendorong kedua negara meningkatkan kerja sama dalam pengembangan kapasitas kepemudaan, pendidikan, olahraga, pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga pemberian beasiswa.
Ia turut mengapresiasi upaya Bulgaria memperkenalkan Bahasa Indonesia di lingkungan pendidikan tinggi.
"Saya mengapresiasi upaya untuk memperkenalkan dan mengajarkan Bahasa Indonesia di University of Sofia. Saya juga mengapresiasi pendirian Indonesian Permanent Heritage Collection di Galeri Nasional Bulgaria sejak 2019," katanya.
Menurut Puan, penguatan hubungan antarmasyarakat menjadi salah satu fondasi penting untuk mempererat persahabatan Indonesia dan Bulgaria di tengah perubahan global.
Puan mengatakan DPR RI juga mendorong Indonesia dan Bulgaria bersama-sama mewujudkan tatanan politik, ekonomi, dan sosial dunia yang lebih baik, maju, adil, dan manusiawi.
"Tatanan dunia yang menempatkan kemanusiaan dan kesejahteraan bersama sebagai tujuan utama hubungan antarbangsa dan antarnegara. Memastikan bahwa setiap bangsa dan negara dapat maju secara bermartabat dan dihormati kedaulatannya," ujarnya.
Ia menilai kunjungan Poulev memiliki makna penting karena berlangsung menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria pada 20 September.
Bulgaria menjadi salah satu negara Eropa yang relatif awal menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia. Presiden pertama RI Soekarno juga pernah mengunjungi Bulgaria pada 1961 sebagai bagian dari upaya memperkuat persahabatan kedua negara.
"Pertemuan kita hari ini cermin komitmen bersama Indonesia dan Bulgaria untuk terus menjalin persahabatan dan kerja sama untuk kepentingan bersama," kata Puan.
Sebelumnya, Alexander Poulev yang juga menjabat Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria bertemu Duta Besar RI untuk Bulgaria Listiana Operananta di Sofia pada 20 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Bulgaria melalui transfer teknologi, investasi, dan produksi bersama.
Kerja sama ekonomi yang dibahas mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain teknologi tinggi, teknologi satelit, logistik, dan industri.
Pertemuan Puan dan Poulev sekaligus menjadi momentum untuk memperluas hubungan Indonesia-Bulgaria, tidak hanya melalui kerja sama politik dan ekonomi, tetapi juga melalui pendidikan, olahraga, budaya, serta hubungan antarmasyarakat. [DR]