Prabowo Puji Demokrat: Beda Pilihan Politik, Tetap Bersahabat

Kamis, 10 September 2026 13:56 WIB
Tangkapan layar: Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam perayaan HUT Ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta pada Rabu, 9 September 2026. (IDNVoice/YouTube-Partai Demokrat)
Tangkapan layar: Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam perayaan HUT Ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta pada Rabu, 9 September 2026. (IDNVoice/YouTube-Partai Demokrat)

IDNVoice.com - Presiden Prabowo Subianto memuji sikap politik Partai Demokrat yang dinilainya tetap menjaga etika dan persahabatan meski pernah berada di luar kekuasaan. Menurut Prabowo, sikap tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana demokrasi Indonesia seharusnya dijalankan.

Prabowo mengatakan perbedaan pilihan politik seharusnya tidak membuat para elite maupun pendukungnya saling bermusuhan. Kritik, persaingan, hingga perbedaan pandangan tetap diperlukan dalam demokrasi, tetapi persatuan harus tetap dijaga.

"Pernah di puncak, pernah tidak puncak. Pernah di pemerintahan, pernah tidak. Tapi waktu tidak berkuasa Partai Demokrat tidak caci maki, Partai Demokrat tidak `bakar-bakar`," kata Prabowo dalam Perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Jakarta pada Rabu, 9 September 2026.

Prabowo juga menyinggung sejumlah kesamaan perjalanan politik dirinya dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keduanya sama-sama memiliki latar belakang militer, kemudian terjun ke politik dengan membentuk partai, hingga akhirnya mendapatkan mandat rakyat untuk memimpin Indonesia.

Kalah dalam Pilpres, Tak Menyerah

Prabowo mengungkapkan dirinya juga pernah berada dalam posisi kalah dalam kontestasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), yakni pada 2009, 2014, dan 2019. Namun, kekalahan tersebut tidak membuatnya berhenti berjuang untuk mencapai cita-cita politiknya.

Pengalaman tersebut, menurut Prabowo, merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus diterima dengan lapang dada.

"Ini demokrasi Indonesia dan hari ini di panggung ini, inilah demokrasi Indonesia. Macam-macam warna, bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi, menyampaikan hal-hal yang tidak enak untuk disampaikan. Tapi tetap kita rukun, bersahabat, berkeluarga," kata Prabowo.

Ia menegaskan prinsip tersebut semestinya menjadi pegangan para tokoh politik sekaligus seluruh masyarakat Indonesia.

Menurut Prabowo, demokrasi tidak harus menghilangkan hubungan baik antarsesama. Kompetisi politik dapat berlangsung sengit, tetapi setelah kompetisi selesai, kepentingan bangsa harus kembali menjadi prioritas bersama.

Apresiasi Dukungan Demokrat

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Partai Demokrat terhadap dirinya dalam kontestasi politik 2019 dan 2024.

Ia secara khusus mengapresiasi SBY yang bahkan turun langsung ke lapangan untuk berkampanye mendukungnya.

"Karena kita memang punya cita-cita dan prinsip yang sama," kata Prabowo.

Bagi Prabowo, dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan politik yang mempertemukan berbagai kekuatan dengan latar belakang berbeda dalam satu tujuan. Perbedaan warna politik, kata dia, tidak semestinya menghapus semangat persaudaraan dan kepentingan bersama untuk Indonesia. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid