IDNVoice.com - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa mengingatkan pentingnya menjaga soliditas partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pesan tersebut disampaikan menyusul pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyinggung batas kekuasaan.
Saan mengatakan setiap sikap politik partai tetap harus dihormati. Namun, dalam kondisi Indonesia yang menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam negeri maupun lingkungan internasional, kebersamaan antarpartai politik dinilai menjadi kebutuhan penting.
"Sebagai sebuah sikap politik partai, kita menghormati dan menghargai, tapi tentu kita juga berharap dalam situasi seperti hari ini, di mana tantangan kita sebagai sebuah bangsa, baik nasional maupun internasional, itu membutuhkan yang namanya kebersamaan," kata Saan pada Rabu, 9 September 2026.
Menurut Saan, stabilitas politik merupakan salah satu modal penting bagi pemerintah dan seluruh kekuatan politik untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.
Karena itu, ia berharap seluruh partai politik yang berada dalam koalisi pemerintahan memiliki komitmen yang sama dalam mendukung keberhasilan program dan kebijakan Presiden Prabowo.
Saan juga mengingatkan para pimpinan partai politik di dalam koalisi agar berhati-hati menyampaikan pernyataan politik. Menurut dia, komunikasi yang tidak jelas berpotensi menimbulkan multitafsir dan memengaruhi kekompakan internal koalisi.
"Semua pimpinan partai yang tergabung dalam koalisi hendaknya memberikan sebuah pernyataan politik yang bisa membuat situasi atau kekompakan di internal koalisi, supaya tidak saling menafsirkan satu sama lain," ujarnya.
NasDem, lanjut Saan, berharap seluruh partai yang menjadi bagian dari koalisi pemerintahan tetap solid dan konsisten mengawal jalannya pemerintahan Prabowo.
Pernyataan Saan tersebut muncul setelah AHY menyampaikan pidato politik dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta pada Sabtu, 5 September 2026.
Dalam pidatonya, AHY mengingatkan kader Demokrat bahwa kekuasaan bukan sesuatu yang melekat secara permanen pada seseorang, melainkan amanah rakyat yang memiliki batas waktu.
"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," kata AHY.
AHY mengatakan prinsip tersebut perlu terus dipegang oleh seluruh kader Partai Demokrat untuk menjaga iklim demokrasi di Indonesia tetap sehat.
Menurut dia, demokrasi merupakan hak seluruh masyarakat yang harus dijaga karena memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk memilih maupun dipilih sebagai pemimpin.
Di tengah dinamika politik tersebut, NasDem menekankan pentingnya komunikasi yang terjaga di antara partai-partai koalisi agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu stabilitas pemerintahan. [DR]