Yusril Luruskan Keterlibatan dalam Buku Islam ala Prabowo: Saya Tidak Menulis Buku Itu

Selasa, 08 September 2026 14:56 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra. (IDNVoice/DK-Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra. (IDNVoice/DK-Istimewa)

IDNVoice.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra meluruskan keterlibatannya dalam buku Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam yang kembali menjadi perhatian publik.

Yusril menegaskan dirinya bukan penulis buku tersebut. Ia menyebut keterlibatannya hanya sebatas narasumber yang diwawancarai tim penyusun buku.

"Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya," kata Yusril pada Selasa, 8 September 2026.

Menurut Yusril, setelah proses wawancara selesai, dirinya tidak pernah melihat transkrip maupun naskah hasil wawancara hingga buku tersebut diterbitkan. Ia juga mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan mengenai judul, penggagasan, maupun pembiayaan penerbitan buku.

Setelah membaca buku tersebut secara utuh, Yusril menilai sebagian besar pandangan yang disampaikannya dalam wawancara telah dituangkan dengan cukup baik.

Ia menjelaskan wawancara itu dilakukan cukup lama sebelum dirinya dilantik sebagai menteri dalam Kabinet Merah Putih. Karena prosesnya telah berlangsung beberapa waktu lalu, Yusril mengaku tidak lagi mengingat siapa yang melakukan wawancara tersebut.

Ia juga tidak mengetahui secara pasti apakah pewawancara merupakan bagian langsung dari tim penyusun buku karena tidak mengenal orang tersebut secara pribadi.

Yusril Siap Pertanggungjawabkan Pandangannya

Setelah membaca keseluruhan isi buku, Yusril mengaku tidak menemukan persoalan mendasar dalam substansi yang disampaikan, terutama pada bagian yang bersumber dari wawancara dengannya.

Mantan Menteri Sekretaris Negara itu menilai pandangan yang disampaikannya dalam wawancara merupakan pemikiran yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

"Saya baru membaca buku itu secara utuh sampai selesai. Apa yang saya sampaikan dalam wawancara tersebut merupakan pandangan saya dan tentu dapat saya pertanggungjawabkan secara akademik," tuturnya.

Yusril menegaskan klarifikasi tersebut disampaikannya untuk meluruskan posisi dan perannya dalam buku yang mengulas praktik keislaman Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Ia berharap publik dapat melihat buku itu secara menyeluruh dengan membedakan antara substansi yang dimuat dengan persepsi yang mungkin muncul akibat pilihan judul.

Menurut Yusril, persoalan utamanya bukan pada dimuat atau tidaknya hasil wawancara, melainkan memastikan publik memahami bahwa pandangan yang tercantum dalam buku tersebut memang merupakan pendapat yang ia sampaikan ketika diwawancarai.

"Saya tidak keberatan pandangan tersebut dimuat dan saya siap mempertanggungjawabkannya secara akademik," ucap Yusril.

Dengan klarifikasi tersebut, Yusril menegaskan dirinya tidak terlibat dalam proses penulisan dan penerbitan buku Islam ala Prabowo, melainkan hanya memberikan pandangan sebagai narasumber dalam proses penyusunan buku. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid