Jonan Ajak Singapura dan Malaysia Bersama Indonesia Berantas Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 11:26 WIB
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Ignasius Jonan. (IDNVoice/ITB)
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Ignasius Jonan. (IDNVoice/ITB)

IDNVoice.com – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Ignasius Jonan mengajak Pemerintah Singapura dan Malaysia bekerja sama dengan Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menilai kolaborasi lintas negara diperlukan, terutama untuk menyelidiki kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran yang memicu kabut asap lintas batas.

"Kalau ada unsur kesengajaan, coba dicari bersama, bekerja sama. Ayo tangani bersama," kata Jonan melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu malam (21 Oktober 2026), sebagaimana dikutip IDNVoice pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Jonan mengingatkan bahwa negara-negara ASEAN telah memiliki kerangka kerja sama melalui ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution yang ditandatangani pada 10 Juni 2002.

"Kita sudah memiliki framework (kerangka kerja, red.) ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution yang diratifikasi atau ditandatangani di Malaysia oleh 10 negara. Semua negara ASEAN sepakat dalam framework ASEAN," katanya.

Jonan juga mendorong Singapura dan Malaysia memperkuat kerja sama dengan pemerintahan Prabowo. Menurut dia, keberhasilan negara-negara di kawasan dalam menangani persoalan lintas batas lainnya seharusnya menjadi modal untuk mengatasi karhutla bersama.

"Kalau menangani human trafficking (perdagangan manusia, red.) bisa, menangani terorisme bisa, menangani perdagangan obat bius bisa bersama, kenapa ini tidak?" ujarnya.

Ia menambahkan, setiap negara perlu memastikan kesiapan sarana dan prasarana, teknologi, serta personel yang memadai untuk mendukung penanganan karhutla.

"Setiap negara, menurut saya, harus memiliki peralatan, harus memiliki teknologi, dan harus memiliki personel yang cukup," katanya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid