Ratusan Siswa SD dan TK di Cirebon Alami Mual hingga Diare Usai Santap MBG

Rabu, 21 Oktober 2026 08:20 WIB
Suasana di RS Putera Bahagia usai sejumlah siswa dikabarkan mengalami keracunan. (IDNVoice/IP-Istimewa)
Suasana di RS Putera Bahagia usai sejumlah siswa dikabarkan mengalami keracunan. (IDNVoice/IP-Istimewa)

IDNVoice.com - Ratusan siswa sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK) di Kota Cirebon, Jawa Barat, mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Para siswa mengeluhkan mual, pusing, muntah hingga diare dan mendatangi sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis pada Selasa sore. Jumlah pasien yang mengalami gejala tersebut terus bertambah hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Putra Bahagia dipadati pasien.

Berdasarkan pantauan di rumah sakit, lebih dari 50 orang telah mendapatkan penanganan medis. Sejumlah siswa bahkan harus menjalani rawat inap karena kondisi tubuh melemah setelah mengalami muntah dan diare. Para siswa tersebut berasal dari sejumlah sekolah di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Salah satu orang tua siswa, Doni Armandi, mengatakan gejala gangguan kesehatan mulai muncul beberapa jam setelah anak-anak menyantap makanan dari program MBG di sekolah.

"Makan (MBG) saat jam istirahat, sekitar jam sembilanan lalu jam tigaan (sore) mulai bergejala," kata Doni di rumah sakit.

Sejumlah orang tua mengaku mendapati anak mereka dalam kondisi pucat dan lemas pada sore hari. Setelah ditanya, anak-anak tersebut mengaku telah menyantap menu MBG berupa sup telur puyuh yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Lima.

Meski para siswa mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan tersebut, penyebab pasti gangguan kesehatan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Penelusuran diperlukan untuk mengetahui apakah kejadian ini berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi para siswa. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid