BGN Tutup Permanen Dapur MBG di Batang Usai Dugaan Keracunan, Ratusan Penerima Manfaat Dialihkan

Kamis, 15 Oktober 2026 20:59 WIB
Dapur SPPG di Bawang, Batang ditutup permanen. (IDNVoice/Google Maps-Agung Qiu)
Dapur SPPG di Bawang, Batang ditutup permanen. (IDNVoice/Google Maps-Agung Qiu)

IDNVoice.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup secara permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyusul kasus dugaan keracunan makanan pada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makan Bergizi Gratis Kabupaten Batang, Suyono, mengatakan informasi penutupan permanen dapur tersebut telah diterimanya sejak beberapa hari lalu. Namun, pemerintah daerah masih menunggu dokumen resmi dari pemerintah pusat sebelum menyampaikan kepastian itu kepada publik.

"Sebetulnya penutupan permanen itu sudah sejak hari Minggu yang lalu saya dengar informasinya. Akan tetapi, saya belum berani menyampaikan karena belum ada secara tertulis dari pusat," katanya di Batang pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Suyono yang juga menjabat Wakil Bupati Batang menjelaskan, hingga kini pemerintah daerah belum menerima salinan dokumen resmi hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga memicu kasus keracunan massal tersebut.

"Jadi, kami belum dapat membeberkannya ke publik. Tunggu saja nanti," katanya.

Belum diterimanya dokumen hasil laboratorium membuat pemerintah daerah belum dapat memaparkan hasil pemeriksaan secara terperinci. Meski demikian, penutupan operasional SPPG tersebut telah ditetapkan oleh BGN.

Penutupan dapur MBG di Kecamatan Bawang tidak boleh mengganggu pemenuhan gizi para penerima manfaat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat berkoordinasi dengan koordinator wilayah (korwil) untuk memastikan distribusi makanan tetap berjalan.

Suyono menjelaskan, penerima manfaat yang sebelumnya dilayani SPPG tersebut nantinya akan dialihkan ke sejumlah SPPG terdekat. Pembagian penerima manfaat dilakukan melalui mekanisme yang diatur oleh sistem pusat.

"Saya sudah telepon korwil. Nanti pembagian penerima manfaat itu akan terbagi ke SPPG terdekat, itu pun tersistem dari pusat sedangkan dari pihak sini tinggal menerima saja," katanya.

Melalui skema tersebut, pemerintah daerah berharap kebutuhan makanan bergizi bagi ratusan penerima manfaat di Kecamatan Bawang tetap terpenuhi meskipun dapur sebelumnya telah ditutup.

Selain memastikan distribusi MBG tetap berjalan, Pemkab Batang juga memperketat pengawasan terhadap seluruh pengelola SPPG. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus serupa dan memastikan setiap dapur memenuhi standar keamanan pangan.

Suyono mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh pengelola dapur MBG agar melakukan evaluasi menyeluruh sebelum tim Satgas menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.

"Kami memperketat pengawasan terhadap seluruh pengelola SPPG. Kami juga menginstruksikan seluruh pengelola dapur umum MBG untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum tim satgas menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan," katanya.

Ia menekankan, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) harus menjadi perhatian utama, mulai dari sanitasi dapur, pengolahan bahan pangan, hingga proses penyajian makanan kepada penerima manfaat.

"Seluruh SPPG harus memenuhi SOP. Kalau tidak memenuhi SOP, dari sekarang dibenahi sebelum saya turun ke sarana keseluruhan di lapangan," katanya.

Pemerintah Kabupaten Batang berharap seluruh SPPG dapat meningkatkan standar pengelolaan dan keamanan pangan. Evaluasi serta pengawasan diperketat agar pelaksanaan Program MBG tetap berjalan dengan baik dan keamanan makanan bagi penerima manfaat terjaga. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid