Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang Hanguskan 90 Persen Gedung Utama, Gudang Arsip Ikut Terbakar

Kamis, 15 Oktober 2026 14:28 WIB
 Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang. (IDNVoice/Antara Foto)
Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang. (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com – Kebakaran hebat melanda Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Karawang, Jawa Barat, Rabu (14 Oktober 2026) malam. Api diperkirakan melahap hingga 90 persen gedung utama, sementara gudang penyimpanan arsip turut terdampak dengan tingkat kerusakan sekitar 70 persen.

Hingga Kamis (15 Oktober 2026) pagi, tim gabungan masih berjibaku memadamkan api sekaligus mengantisipasi kemungkinan kebakaran merambat ke gedung di sekitarnya.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengatakan kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.15 WIB. Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung hingga pagi hari, terutama karena material di dalam bangunan mudah terdampak panas dan api.

“Kalau untuk gedung utama mungkin hampir semuanya ya, 90 persen, tapi ada gudang. Nah ini juga gudang apa? Gudang untuk penyimpanan arsip yang mungkin sekitar 70 persen," kata Aep saat berada di Kantor ATR/BPN Karawang pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang bersama unsur terkait telah bekerja sejak malam untuk mengendalikan kobaran api.

Menurut Aep, proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama karena terdapat material yang digunakan pada penyimpanan arsip maupun bagian bangunan, termasuk bahan plastik dan aluminium composite panel (ACP).

“Memang itu di arsip yang itu memang berkasnya memang dari bahannya dari bahan plastik, terus juga dari ACP juga jadi pasti memang agak-agak lama,” kata Aep.

Selain melakukan pemadaman, tim gabungan juga berupaya menyelamatkan dokumen yang masih dapat diamankan dari gudang arsip. Sejumlah berkas berhasil diselamatkan dari bagian gudang yang tersisa sekitar tiga rak.

Upaya penyelamatan tersebut menjadi perhatian karena gudang itu digunakan untuk menyimpan berbagai dokumen penting pertanahan, termasuk arsip yang berkaitan dengan sertifikat tanah milik masyarakat.

Meski demikian, dampak kebakaran terhadap keseluruhan dokumen yang tersimpan belum dapat dipastikan secara menyeluruh.

Kebakaran yang menghanguskan sebagian besar gedung utama dan gudang arsip tersebut memunculkan perhatian terhadap kondisi dokumen pertanahan yang tersimpan di dalam kantor.

Dokumen pertanahan memiliki peran penting dalam pelayanan administrasi masyarakat, termasuk pencatatan hak atas tanah dan pengurusan sertifikat.

Hingga Kamis pagi, petugas masih memprioritaskan pemadaman api dan pengamanan area terdampak. Pendataan terhadap dokumen yang selamat maupun yang berpotensi rusak diperlukan untuk mengetahui dampak kebakaran terhadap pelayanan pertanahan.

Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam penyelidikan kepolisian.

Kapolresta Karawang, Kombes Pol Mario Prahatinto, mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab kebakaran, termasuk menentukan titik awal munculnya api.

“Untuk sementara masih kita selidiki,” kata Mario di Kantor BPN Karawang pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Menurut Mario, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Barat juga akan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut mencakup aspek forensik maupun digital guna membantu mengungkap penyebab kebakaran.

Kehadiran tim Labfor diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai asal mula api dan faktor yang menyebabkan kebakaran meluas hingga menghanguskan sebagian besar gedung.

Hingga Kamis pagi, penanganan kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang masih berfokus pada pemadaman dan pencegahan api merambat ke bangunan lain. Di saat bersamaan, aparat kepolisian mulai menelusuri penyebab kejadian melalui penyelidikan dan pemeriksaan lokasi.

Besarnya kerusakan gedung serta terdampaknya gudang arsip menjadikan pendataan dokumen sebagai salah satu hal penting setelah situasi dinyatakan aman.

Pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, dan kepolisian masih berkoordinasi untuk menangani dampak kejadian tersebut. Sementara penyebab kebakaran dan kondisi keseluruhan arsip pertanahan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid