Gunung Anak Krakatau Erupsi 31 Kali dalam Lima Hari, Status Masih Siaga Level III

Selasa, 13 Oktober 2026 10:06 WIB
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. (IDNVoice/BPBD Lampung)
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. (IDNVoice/BPBD Lampung)

IDNVoice.com – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, tercatat mengalami 31 kali erupsi selama periode 5–9 Oktober 2026. Puncak aktivitas terjadi pada 9 Oktober dengan total 26 kali letusan dalam sehari.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Suwarno, mengatakan data tersebut berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Mulai tanggal 5 Oktober terjadi empat kali erupsi, kemudian tanggal 8 Oktober satu kali, puncaknya pada 9 Oktober terjadi 26 kali erupsi,” kata Suwarno di Lampung Selatan pada Senin, 12 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, sejak 10 Oktober hingga Senin (12 Oktober 2026), tidak tercatat adanya erupsi lanjutan di gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut.

Meski tidak terjadi erupsi dalam beberapa hari terakhir, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat dan pengunjung diminta tetap waspada serta mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.

Suwarno mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif.

Imbauan tersebut menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bahaya yang dapat muncul akibat perubahan aktivitas vulkanik secara tiba-tiba.

Pemantauan kondisi gunung api juga terus dilakukan secara intensif selama 24 jam melalui pengamatan visual dan instrumental. Langkah ini bertujuan mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik sekaligus menjadi dasar penentuan langkah mitigasi dan antisipasi potensi bahaya.

Selain masyarakat dan wisatawan, nelayan yang beraktivitas di perairan Selat Sunda turut diingatkan untuk memperhatikan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi cuaca sebelum melaut.

Suwarno juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta mengacu pada informasi resmi dari lembaga berwenang untuk memperoleh perkembangan kondisi gunung api secara akurat.

Ia berharap masyarakat tetap mematuhi rekomendasi keselamatan dan mengikuti pembaruan informasi secara berkala guna mengurangi risiko bencana serta menjaga keselamatan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Dengan pemantauan berkelanjutan dan kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya vulkanik di kawasan Selat Sunda. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid