Kebakaran Hanguskan 450 Rumah di Bangka Selatan, 1.600 Warga Mengungsi

Senin, 12 Oktober 2026 13:50 WIB
Petugas PLN saat pemeriksaan lokasi kebakaran di Dusun Serdang, Simpang Rimba, Bangka Selatan pada Sabtu, 10 Oktober 2026. (IDNVoice/PLN Babel)
Petugas PLN saat pemeriksaan lokasi kebakaran di Dusun Serdang, Simpang Rimba, Bangka Selatan pada Sabtu, 10 Oktober 2026. (IDNVoice/PLN Babel)

IDNVoice.com – Kebakaran hebat yang melanda Dusun Serdang, Desa Jelutung Dua, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, menghanguskan sekitar 450 rumah dan bangunan. Sebanyak 1.600 jiwa terpaksa mengungsi akibat musibah yang terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2026 tersebut. 

Meski kebakaran meluluhlantakkan ratusan bangunan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) bahkan berhasil mengevakuasi satu keluarga bersama anak-anak yang sempat terjebak di dalam pondok ketika api mengepung kawasan tersebut.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Mikel Rachman Junika mengatakan, tim SAR menerima panggilan darurat pada malam kejadian untuk mengevakuasi warga yang masih tertahan di rumah akibat kobaran api.

"Meskipun kebakaran ini menghancurkan ratusan tempat tinggal warga, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut," kata Mikel pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Saat melakukan penyisiran pada malam hari, petugas menemukan satu keluarga yang masih bertahan di sebuah pondok di kawasan dusun tersebut. Mereka berada dalam situasi berbahaya karena terisolasi dan dikepung asap pekat sisa kebakaran.

"Mereka berada dalam kondisi terisolasi dengan kepungan asap pekat sisa kebakaran hebat. Petugas segera mengamankan serta mengevakuasi keluarga tersebut menuju titik pengungsian yang lebih aman," ujar Mikel.

Kebakaran terjadi pada Sabtu (10 Oktober 2026) sekitar pukul 15.10 WIB. Api diduga bermula dari kebakaran hutan yang kemudian menjalar ke salah satu rumah warga.

Angin kencang membuat kobaran api cepat membesar dan merambat ke deretan bangunan di sekitarnya. Warga yang kewalahan memadamkan api akhirnya meminta bantuan tim gabungan untuk mengendalikan kebakaran.

Setelah upaya pemadaman selama sekitar enam jam, api berhasil dipadamkan dengan bantuan sejumlah mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 450 bangunan, termasuk rumah warga, gudang, dan bangunan sarang burung walet, hangus terbakar.

Dampak kebakaran tersebut memaksa sekitar 1.600 warga meninggalkan tempat tinggal mereka. Sebagian pengungsi ditampung di SDN 7 Simpang Rimba, sedangkan warga lainnya sementara tinggal di rumah kerabat.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mengatakan, tim reaksi cepat yang melibatkan tenaga teknis, petugas pemadam kebakaran, BPBD, Tim SAR, Brimob, relawan, dan pemerintah daerah telah dikerahkan untuk menangani dampak kebakaran.

Tim gabungan melakukan evakuasi warga sekaligus menyalurkan bantuan logistik, obat-obatan, dan berbagai fasilitas pendukung bagi para pengungsi.

"Pada tahap pertama, kita utamakan keselamatan warga. Posko pengungsian dan dapur umum telah disiapkan," ujar Gubernur Hidayat.

Ia juga meminta pemerintah daerah melakukan pendataan kerugian secara akurat agar proses pemulihan permukiman warga dapat segera direncanakan.

Selain mengapresiasi kesigapan aparat dan relawan, Hidayat menyempatkan diri menyapa para pengungsi. Ia juga mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Di tengah penanganan dampak kebakaran, petugas PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung turut melakukan pengamanan untuk mencegah bahaya kelistrikan di kawasan terdampak.

Setelah proses penanganan kebakaran selesai, petugas melanjutkan pemeriksaan dan penanganan jaringan listrik. Pemeriksaan awal menemukan kabel dan sejumlah tiang listrik ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.

General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas perusahaan dalam menangani kondisi darurat, terutama ketika kebakaran berdampak pada jaringan kelistrikan.

"Setelah penanganan awal, kami melanjutkan pemeriksaan dan perbaikan jaringan untuk memastikan kondisi instalasi aman sebelum pasokan listrik dipulihkan secara bertahap," ujar Ira.

Pemeriksaan dan perbaikan jaringan dilakukan untuk memastikan instalasi dalam kondisi aman sebelum listrik kembali disalurkan secara bertahap.

Dengan masih banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggal, penanganan pascakebakaran kini berfokus pada pemenuhan kebutuhan pengungsi, pendataan kerusakan, serta pemulihan permukiman dan infrastruktur yang terdampak. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid