Terjadi Lagi! Puluhan Siswa SMPN 1 Mojoanyar Alami Mual hingga Diare Usai Santap MBG

Rabu, 07 Oktober 2026 22:49 WIB
Sejumlah siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar, Mojokerto dirawat di Puskesmas karena diduga keracunan MBG. (IDNVoice/detikJatim)
Sejumlah siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar, Mojokerto dirawat di Puskesmas karena diduga keracunan MBG. (IDNVoice/detikJatim)

IDNVoice.com - Sebanyak 44 siswa SMPN 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mengalami sejumlah gejala seperti sakit perut, pusing, mual, muntah hingga diare. Kondisi tersebut muncul setelah para siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari jumlah tersebut, 17 siswa sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan, sementara 27 siswa lainnya mengalami gejala serupa tetapi kondisinya membaik sehingga tidak perlu dievakuasi.

Kepala SMPN 1 Mojoanyar Ely Rosidah mengatakan kegaduhan mulai terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu. Saat itu, banyak siswa mengantre di kamar mandi karena mengalami diare.

Tidak hanya diare, sejumlah siswa juga mengeluhkan sakit perut, pusing, mual hingga muntah. Mereka kemudian dibawa ke Puskesmas Gayaman dan RS Gatoel.

"Awalnya kami bawa ke UKS, sampai UKS penuh. Kemudian kami hubungi Puskesmas, langsung dikirim tenaga kesehatan dan ambulans," jelas Ely kepada wartawan di SMPN 1 Mojoanyar pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Salah satu siswi yang menjalani perawatan, Alvina (14), siswa kelas 8G SMPN 1 Mojoanyar, mengaku mulai mengalami sakit perut dan diare setelah menyantap MBG yang dibagikan di sekolah pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Menu MBG saat itu terdiri atas sate ayam, saus kacang, nasi, acar timun dan wortel, serta anggur muscat. MBG tersebut dipasok SPPG Jabon Mojoanyar, Yayasan Kajian Fiqih Aswaja di Perumahan Graha Kahuripan, Desa Jabon, Mojoanyar, Mojokerto.

"Saat di sekolah sekitar jam 9 tadi sakit perut dan muntah satu kali," ungkap Alvina di Puskesmas Gayaman.

Keluhan serupa dialami Azahra Safira (14), siswi kelas 8A SMPN 1 Mojoanyar. Ia mengatakan MBG dibagikan kepada siswa pada Selasa (6 Oktober 2026) sekitar pukul 14.00 WIB dengan menu yang sama.

"Kemarin sekitar habis magrib perut mules dan diare, pusing, mual juga. Tadi di sekolah pusing, mual, muntah, sakit perut dan diare. Akhirnya dibawa ke UKS, lalu dibawa ke Puskesmas," terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati mengatakan 17 siswa sempat dibawa ke fasilitas kesehatan karena mengalami sakit perut, mual, muntah, pusing dan diare.

Sebanyak 16 siswa dibawa ke Puskesmas Gayaman, sedangkan satu siswa dibawa ke RS Gatoel atas permintaan orang tuanya.

"Ada yang mengalami keluhan kemarin malam, ada yang baru tadi pagi mulai bergejala. Saat ini, yang masih menjalani perawatan 9 siswa, yang 8 siswa sudah pulang," ujar Dyan.

Selain 17 siswa yang dibawa ke fasilitas kesehatan, terdapat 27 siswa lainnya yang mengaku mengalami gejala klinis. Namun, kondisi mereka telah membaik sehingga tidak perlu menjalani perawatan.

"Yang tadi mengaku ada keluhan 27 anak, tapi kondisinya baik, sudah pulang anak-anak yang di sekolah tadi," jelasnya.

Dyan menegaskan, munculnya gejala pada puluhan siswa tersebut belum dapat disimpulkan disebabkan oleh MBG. Pemeriksaan dan penelusuran masih diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti.

Sebab, pada tahap II, SPPG Jabon Mojoanyar mendistribusikan sekitar 1.500 porsi MBG ke SMPN 1 dan SMPN 2 Mojoanyar. Sementara itu, siswa yang dilaporkan mengalami gejala berjumlah 44 orang.

"Maka jangan justifikasi dulu, makanya perlu kami telusuri, harus ada uji laboratorium," tandas Dyan.

Dengan demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto masih melakukan penelusuran dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menentukan penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid